Isi Kantong Wapres Gibran: Harta Rp27,9 Miliar Tanpa Utang

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, baru-baru ini menjadi sorotan setelah laporan kekayaan terbarunya dipublikasikan. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), putra sulung Joko Widodo ini tercatat memiliki total harta mencapai Rp27.915.654.176 atau sekitar Rp27,9 miliar.

classic motorcycle

Laporan ini merupakan data periodik tahun 2025 yang dilaporkan pada tanggal 23 Maret 2026. Jujur saja, angka ini cukup menarik perhatian publik, bukan hanya karena nominalnya yang miliaran, tapi juga karena status utangnya yang nol rupiah. Di tengah gaya hidup pejabat yang sering kali kompleks, Gibran justru tercatat tidak memiliki tanggungan utang sepeser pun dalam laporan tersebut.

Aset Properti yang Mendominasi

Kalau kita bedah lebih dalam, sebagian besar kekayaan Gibran tertanam dalam bentuk aset tidak bergerak. Ia melaporkan kepemilikan sejumlah tanah dan bangunan dengan nilai total mencapai Rp17.440.000.000 (Rp17,4 miliar). Nah, yang bikin poin ini kuat adalah statusnya yang diklaim sebagai hasil sendiri, bukan dari warisan atau hibah.

Aset properti ini tersebar di beberapa lokasi strategis. Gibran tercatat memiliki empat bidang tanah dan bangunan yang lokasinya dibagi rata: dua di Kota Surakarta dan dua lagi di Kabupaten Sragen. Selain itu, ia juga masih mengantongi tiga bidang tanah tambahan di Kota Surakarta dengan luas yang cukup beragam, mulai dari 113 m2, 896 m2, hingga yang paling luas mencapai 1.124 m2.

Koleksi Kendaraan yang Cukup Sederhana

Ada hal unik kalau kita melirik isi garasi sang Wakil Presiden. Alih-alih deretan supercar mewah, Gibran justru melaporkan tujuh unit kendaraan yang nilainya tergolong sangat "membumi" untuk ukuran pejabat tinggi negara. Total nilai seluruh alat transportasi dan mesinnya hanya Rp286.500.000 saja. Semuanya pun tercatat sebagai hasil keringat sendiri.

Berikut adalah rincian kendaraan yang dimiliki Gibran:

  • Toyota Avanza tahun 2016 (Rp75 juta)
  • Toyota Avanza tahun 2012 (Rp50 juta)
  • Isuzu Panther tahun 2012 (Rp55 juta)
  • Daihatsu Grand Max tahun 2015 (Rp55 juta)
  • Royal Enfield tahun 2017 (Rp40 juta)
  • Honda CB-125 tahun 1974 (Rp5 juta)
  • Honda Scoopy tahun 2015 (Rp6,5 juta)

Cukup menarik melihat ada motor klasik Honda CB-125 tahun 1974 yang harganya cuma Rp5 juta masuk dalam daftar tersebut. Sepertinya Gibran memang punya selera tersendiri untuk urusan kendaraan roda dua, ya?

Harta Bergerak dan Kas Tunai

Selain tanah dan kendaraan, Gibran juga mencatatkan harta bergerak lainnya senilai Rp280 juta. Tak hanya itu, investasinya di surat berharga juga tergolong besar, yakni menyentuh angka Rp5.552.000.000 atau Rp5,5 miliar. Untuk urusan likuiditas, ia memiliki kas dan setara kas sebesar Rp4.357.154.176 (Rp4,3 miliar).

Kombinasi antara aset properti, investasi surat berharga, dan kas tunai ini menunjukkan profil keuangan yang cukup stabil. Apalagi, seperti yang sudah disebutkan tadi, Gibran benar-benar bersih dari catatan utang dalam LHKPN kali ini. Langkah transparansi ini tentu menjadi bagian dari kewajibannya sebagai penyelenggara negara.

Perjalanan Menuju Kursi Wakil Presiden

Sebagai pengingat, Gibran Rakabuming Raka resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia setelah dilantik pada 20 Oktober 2024. Ia mendampingi Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Presiden RI periode 2024-2029.

Langkah Gibran menuju istana tidaklah mudah. Pada kontestasi Pilpres 2024 lalu, pasangan Prabowo-Gibran yang mengusung nomor urut 2 berhasil memenangkan suara rakyat. Mereka berhasil mengungguli dua pasangan calon lainnya, yaitu pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar, serta pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo - Mahfud MD. Kini, sebagai pejabat publik, setiap detail harta kekayaannya tentu akan terus dipantau oleh masyarakat melalui mekanisme LHKPN KPK.

0 Komentar