PWNU Desak Muktamar PBNU Agustus 2026, Ancam Mosi Tidak Percaya

Suasana di internal Nahdlatul Ulama (NU) tampaknya sedang menghangat. Sejumlah Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari berbagai daerah di Indonesia baru-baru ini berkumpul dan menyampaikan tuntutan yang cukup serius kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Intinya cuma satu: mereka ingin kepastian jadwal Muktamar.

organization meeting room

Para pimpinan wilayah ini mendesak agar Muktamar PBNU segera dilaksanakan paling lambat pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 mendatang. Nggak main-main, kalau tenggat waktu tersebut dilewati begitu saja tanpa ada kejelasan, para Ketua PWNU ini mengancam bakal menjatuhkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan PBNU yang sekarang. Jujur saja, ini adalah langkah yang cukup berani dan jarang terjadi dalam dinamika organisasi sebesar NU.

Pertemuan di Kramat Raya dan Aspirasi dari Aceh hingga Papua

Aspirasi yang cukup menghentak ini disampaikan langsung saat mereka mendatangi Kantor PBNU yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Senin (27/4). Kedatangan mereka bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan membawa misi penting terkait masa depan organisasi.

Waktu itu, para perwakilan PWNU diterima dengan dua cara. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyapa mereka secara daring. Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, menemui mereka secara langsung di ruang kerjanya. Pertemuan ini menjadi wadah bagi para ketua wilayah untuk menumpahkan kegelisahan mereka mengenai kondisi organisasi saat ini.

Menariknya, gerakan ini didukung oleh sedikitnya 23 Ketua PWNU yang tersebar dari ujung barat di Aceh sampai ujung timur di Papua Pegunungan. Mereka membawa tiga poin pernyataan sikap yang sudah disepakati bersama. Fokus utamanya adalah menagih janji dan keputusan Rapat Pleno PBNU yang sempat digelar pada Januari lalu mengenai jadwal Muktamar.

Alasan di Balik Desakan Percepatan Muktamar

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih harus buru-buru? Abdul Ghaffar Rozin, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Rozin, selaku Ketua PWNU Jawa Tengah memberikan penjelasannya. Menurutnya, langkah ini diambil karena mereka melihat nggak ada perkembangan yang signifikan setelah sempat ada kesepakatan islah (perdamaian) di tingkat elit PBNU beberapa waktu lalu.

Gus Rozin menyebutkan kalau forum ini sebenarnya sudah berdiskusi berkali-kali. Hasilnya? Mereka merasa nggak ada jalan keluar lain yang lebih tepat selain menggelar Muktamar sesegera mungkin. Baginya, ini bukan cuma soal suksesi kepemimpinan, tapi soal menjaga marwah organisasi.

"Forum ini sudah berdiskusi beberapa kali dan tidak menemukan solusi lain kecuali melalui pelaksanaan muktamar sesegera mungkin," kata Gus Rozin menjelaskan situasi yang terjadi.

Ketidakpastian jadwal ini dianggap bisa mengganggu konsolidasi internal organisasi. Kalau urusan di dalam saja belum beres, tentu akan sulit bagi NU untuk menjalankan peran strategisnya dalam urusan kebangsaan. Makanya, percepatan ini dianggap sebagai langkah krusial demi menjaga legitimasi kepemimpinan di mata warga Nahdliyin.

Tiga Poin Tuntutan Utama Forum PWNU

Dalam pertemuan tersebut, ada tiga poin utama yang ditekankan oleh para pimpinan wilayah:

  • Kepastian Jadwal: PBNU didesak melaksanakan Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Kalau sampai Agustus 2026 belum terlaksana, PWNU bersama PCNU menyatakan bakal melayangkan mosi tidak percaya.
  • Pembentukan Panitia: PBNU diminta konsisten untuk segera membentuk panitia Munas/Konbes serta panitia Muktamar. Selain itu, mereka juga meminta percepatan penyelesaian Surat Keputusan (SK) organisasi yang mungkin masih tertunda.
  • Daftar Peserta: Mendesak Steering Committee (SC) untuk menetapkan daftar peserta resmi (baik dari PWNU, PCNU, maupun PCINU) paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan dimulai.

Gus Rozin juga menegaskan kalau gerakan ini murni inisiatif organik dari bawah, bukan hasil mobilisasi pihak-pihak tertentu di Jakarta. Bayangkan saja, para ketua ini datang ke Jakarta pakai biaya sendiri, lho. Padahal jaraknya jauh, ada yang dari Aceh dan Papua Pegunungan. Ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam mengawal isu ini.

Respons dari Pihak PBNU

Di sisi lain, PBNU melalui Sekretaris Jenderalnya, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan tanggapan terkait desakan ini. Gus Ipul memastikan kalau sebenarnya persiapan untuk Muktamar terus berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

Menurut Gus Ipul, keputusan untuk menggelar Muktamar pada Agustus 2026 memang sudah ada. Saat ini, pihak PBNU sedang melakukan berbagai persiapan teknis, termasuk mulai membentuk panitia kecil untuk mengurusi hajat besar warga NU tersebut.

"Oh iya, kita sedang terus melakukan persiapan. Kemarin sudah diputuskan rencana muktamar bulan Agustus," ujar Gus Ipul pada hari yang sama.

Melihat dinamika ini, sepertinya bulan-bulan ke depan akan menjadi waktu yang sangat menentukan bagi PBNU. Apakah mereka bisa memenuhi ekspektasi para pengurus wilayah agar Muktamar berjalan tepat waktu, atau justru tensi organisasi akan semakin meninggi? Yang jelas, semua pihak berharap keputusan terbaik demi kebaikan jam'iyah NU ke depannya.

"Forum ini sudah berdiskusi beberapa kali dan tidak menemukan solusi lain kecuali melalui pelaksanaan muktamar sesegera mungkin," kata Gus Rozin melalui keterangannya.
"Oh iya, kita sedang terus melakukan persiapan. Kemarin sudah diputuskan rencana muktamar bulan Agustus," ujar dia, Senin (27/4) dikutip dari Antara.

0 Komentar