Baru-baru ini, Propam Polda Sumatera Selatan meluncurkan operasi pemeriksaan massal terhadap senjata api dinas yang dimiliki seluruh personel hingga tingkat Polres. Langkah ini bukan sekadar audit rutin, melainkan upaya nyata memperkuat pengawasan melekat (Waskat) serta menjamin setiap senjata berada dalam kondisi siap pakai.
Latar Belakang dan Tujuan Pemeriksaan
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menjelaskan bahwa inspeksi difokuskan di Gudang Senpi dan dipimpin langsung oleh Kabid Propam, Kombes Raden Azis Safitri. Menurutnya, perintah ini datang langsung dari Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, yang menekankan pentingnya akuntabilitas penggunaan senjata api dinas.
""
Tim Gabungan dan Metode Pemeriksaan
Tim gabungan yang terdiri dari Subbid Provos Bidpropam serta personel logistik melakukan pengecekan menyeluruh. Tidak hanya menilai kondisi fisik, mereka juga memeriksa kebersihan dan fungsi mekanis setiap pucuk senjata, baik laras pendek maupun laras panjang.
""
Langkah-Langkah Teknis
- Inspeksi visual untuk mendeteksi kerusakan atau keausan pada laras, pelatuk, dan sistem pengaman.
- Uji fungsional sederhana untuk memastikan mekanisme tembakan berfungsi tanpa hambatan.
- Pembersihan menyeluruh menggunakan peralatan standar kepolisian.
Verifikasi Administratif
Selain aspek teknis, tim juga menelusuri dokumen kepemilikan. Mereka memeriksa masa berlaku Kartu Izin Pinjam Pakai Senjata Api (IPPSA) setiap anggota, memastikan semua persyaratan administratif, psikologis, dan kompetensi terpenuhi.
"Penertiban administrasi ini menjadi instrumen penting dalam mencegah potensi penyalahgunaan kewenangan sekaligus menjamin seluruh aset negara tercatat secara transparan dan akuntabel," ujar Nandang.
Jangkauan Pemeriksaan
Pemeriksaan mencakup satuan kerja strategis, mulai dari Ditlantas, Ditpamobvit, Ditintelkam, Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, Ditpolair, Ditsamapta, hingga seluruh Polres jajaran. Menurut hasil awal, mayoritas senjata dikelola dengan baik dan sesuai prosedur, mencerminkan kedisiplinan tinggi personel dalam mengelola aset negara.
Komitmen Berkelanjutan
Nandang menegaskan bahwa inspeksi berkala ini bukan sekadar kegiatan satu kali. "Kami tidak memberi ruang bagi pelanggaran. Disiplin adalah nafas institusi. Dengan pengelolaan senpi yang tertib dan akuntabel, kami menunjukkan bahwa Polda Sumsel bekerja secara profesional dalam koridor hukum," katanya.
Kalau dipikir-pikir, langkah ini cukup berani. Menjaga ribuan pucuk senjata tetap bersih, terawat, dan tercatat rapi memang menuntut koordinasi lintas satuan yang solid. Wajar sih kalau banyak yang kagum melihat komitmen seperti ini.
Harapan Kedepan
Dengan hasil inspeksi yang positif, Polda Sumsel berharap standar pengelolaan senjata api dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Pengawasan yang ketat diharapkan dapat menurunkan risiko penyalahgunaan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
0 Komentar