Pada malam Rabu, 1 April 2026, sebuah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di Cimuning, Kota Bekasi, terbakar hebat. Api yang muncul tiba‑tiba menebar warna jingga‑merah ke langit, membuat warga sekitar terkejut dan segera menjauh dari lokasi.
Kejadian Kebakaran
Menurut video yang beredar di media sosial, kobaran api melesat tinggi, menimbulkan asap tebal yang menutupi area sekitar stasiun. Waktu kejadian dilaporkan sekitar pukul 21.15 WIB, saat lampu-lampu jalan masih menyala dan aktivitas warga masih ramai. Pada saat itu, akun txtmustikajaya di platform X menuliskan, "Terjadi ledakan dan kebakaran di SPBE Cimuning [PT Indogas Andalan Kita]."
Video tersebut memperlihatkan langit berwarna jingga kemerahan, menandakan suhu tinggi yang dipancarkan oleh api. Sejumlah orang yang berada di dekat lokasi melaporkan mendengar suara ledakan sebelum api mulai berkobar. Kebakaran ini tidak hanya mengancam fasilitas SPBE, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya bagi penduduk sekitar.
Respon Pemadam Kebakaran
Tak lama setelah laporan masuk, tim pemadam kebakaran (Damkar) kota Bekasi langsung dikerahkan ke lokasi. Mereka berusaha memadamkan api dengan menggunakan selang air bertekanan tinggi serta busa pemadam khusus untuk kebakaran bahan bakar cair. Upaya pemadaman berlangsung intensif hingga pukul 23.30 WIB, namun api masih sulit dikendalikan karena intensitasnya yang tinggi.
Petugas Damkar menyatakan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan pihak SPBE untuk memastikan tidak ada kebocoran gas yang dapat memperparah situasi. Sementara itu, warga di sekitar area diminta untuk tetap berada di zona aman dan menghindari masuk ke area yang masih berbahaya.
Pernyataan Resmi PT Pertamina Patra Niaga
Susanto August Satria, Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, mengeluarkan pernyataan resmi melalui rilis tertulis. Ia mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memohon maaf atas insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita pada Rabu, 1 April 2026," tulis Susanto. Ia menambahkan, "Pertamina Patra Niaga Regional RJBB dan pihak SPBE langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Tim Damkar setempat."
Dalam pernyataannya, Susanto menegaskan bahwa pihak perusahaan sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, serta berkomitmen memperbaiki prosedur keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Kebakaran ini sempat menutup operasional SPBE selama beberapa jam. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, beberapa pekerja mengalami luka ringan akibat paparan asap dan kepanikan. Pemerintah Kota Bekasi bersama Dinas Penanggulangan Bencana setempat memantau situasi dan menyiapkan tim medis darurat bila diperlukan.
Para ahli keamanan industri menilai bahwa kebakaran di fasilitas penyimpanan elpiji memang memiliki risiko tinggi, terutama bila tidak ada sistem deteksi dini yang memadai. Oleh karena itu, mereka menyarankan peningkatan inspeksi rutin, pelatihan keselamatan bagi seluruh staf, serta pemasangan sensor suhu dan gas yang lebih sensitif.
Jika dilihat dari sudut pandang operasional, insiden ini menjadi pengingat penting bagi perusahaan energi untuk selalu menegakkan standar keselamatan yang ketat. Wajar sih kalau publik menuntut transparansi dan tindakan cepat, mengingat potensi bahaya yang dapat memengaruhi lingkungan sekitar.
Sejauh ini, belum ada informasi resmi mengenai kerugian material yang diderita PT Indogas Andalan Kita. Namun, perusahaan telah menyatakan kesiapan untuk menanggung semua biaya pemulihan, termasuk perbaikan infrastruktur dan kompensasi bagi pihak yang terdampak.
Dengan berakhirnya kebakaran pada dini hari, tim Damkar masih melakukan pengecekan akhir untuk memastikan tidak ada sisa bara atau gas yang masih mengancam. Sementara itu, warga sekitar diminta tetap waspada dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada pihak berwenang.
Harapan Kedepan
Ke depan, diharapkan PT Indogas Andalan Kita dan Pertamina Patra Niaga dapat meningkatkan koordinasi dengan otoritas setempat, memperkuat protokol keamanan, serta melibatkan masyarakat dalam program edukasi bahaya elpiji. Kalau dipikir‑dipikir, langkah ini cukup berani dan perlu diikuti oleh industri sejenis.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan energi di wilayah Jawa Barat.
0 Komentar