Pada Sabtu, 4 April, hujan deras melanda sebagian besar wilayah Kota Tangerang Selatan, Banten, menimbulkan genangan air hingga menggenangi perumahan dan memicu tanah longsor. Dampaknya? Lebih dari tiga ratus rumah warga terendam, beberapa jalan terputus, dan tim darurat kini sibuk menyalurkan bantuan.
Kondisi Banjir di Pamulang
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, setidaknya ada sepuluh titik yang mengalami banjir pada hari itu. Dari total itu, tujuh titik berada di Kecamatan Pamulang, menjadikannya zona paling terdampak.
Perumahan Bukit Pamulang Indah
Genangan paling parah tercatat di Perumahan Bukit Pamulang Indah, RW 04, Kelurahan Pamulang Timur. Ketinggian air di sana berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter, memengaruhi sekitar 300 rumah. Warga melaporkan air masuk hingga setengah kamar tidur, membuat sebagian keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Kawasan Ketapang Blok N Pamulang Permai
Di Ketapang Blok N Pamulang Permai, RT 006 RW 05, Pamulang Barat, muka air mencapai 50 sampai 100 sentimeter. Meskipun tidak setinggi di Bukit Pamulang Indah, kondisi ini tetap mengakibatkan kerusakan pada barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga.
Jalan Akasia 1 Blok AC
Jalan Akasia 1 Blok AC, Pamulang Barat, mencatat ketinggian air sekitar 90 sentimeter. Sekitar 25 warga di sana harus mengungsi ke rumah tetangga atau menunggu bantuan perahu karet yang disiagakan oleh BPBP.
Perumahan Lembah Pinus
Di Perumahan Lembah Pinus, Pamulang Barat, air menggenangi area dengan kedalaman 30 hingga 60 sentimeter, memengaruhi 130 kepala keluarga. Warga melaporkan kerusakan pada jalan masuk yang kini sulit dilalui kendaraan roda empat.
Daerah Lain yang Terdampak
Enam titik banjir lainnya tersebar di beberapa kawasan perumahan lain di Tangerang Selatan, dengan kedalaman air antara 25 hingga 40 sentimeter. Meskipun tidak setinggi di Pamulang, genangan ini tetap mengganggu aktivitas harian warga, terutama akses ke sekolah dan tempat kerja.
Laporan Tanah Longsor
Selain banjir, BPBD menerima sembilan laporan tanah longsor pada hari yang sama. Salah satu yang paling signifikan terjadi di Jalan Sengkol, RT 006 RW 02, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, yang membuat akses jalan warga terputus total.
Longsor lain dilaporkan di Perumahan BSR, RT 003 RW 08, Kelurahan Buaran, Serpong. Tanah yang bergeser menimpa pinggir tiga rumah, mengakibatkan kerusakan struktural dan menambah beban evakuasi.
Upaya Penanggulangan dan Bantuan
Tim Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, dipimpin Komandan Peleton Dian Wiryawan (yang akrab disapa Bacong), terus memantau semua titik rawan hingga malam hari. Perahu karet telah disiagakan untuk membantu evakuasi warga bila genangan semakin naik.
Selain penanganan darurat, distribusi bantuan bahan pangan juga sudah mulai dilakukan. Tim relawan menurunkan paket sembako ke titik-titik yang paling terdampak, termasuk rumah-rumah yang masih terendam atau terisolasi akibat longsor.
“Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan semua warga yang membutuhkan bantuan dapat menerima pertolongan secepatnya,” ujar Dian kepada wartawan pada Sabtu (4/4).
Harapan Kedepan
Warga Pamulang berharap cuaca akan segera membaik dan upaya pembersihan serta perbaikan infrastruktur dapat berjalan cepat. Sementara itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari daerah rawan, dan melaporkan kondisi darurat melalui layanan resmi.
Kalau dipikir-pikir, banjir kali ini memang menguji kesiapsiagaan kota. Namun dengan koordinasi lintas sektor dan bantuan cepat, diharapkan dampaknya dapat diminimalisir dan warga dapat kembali ke aktivitas normal secepatnya.
"Catatan kami ada 10 titik lokasi terdampak banjir," kata Dian kepada wartawan, Sabtu (4/4).
"Di Jalan Akasia ada 25 warga terdampak," ujar Dian yang akrab disapa Bacong.
"Longsor juga terjadi di Perum BSR RT 003 RW 08, Kelurahan Buaran, Serpong, yang berdampak pada bagian pinggir tiga rumah warga," kata Dian.
0 Komentar