Banjir 1 Meter di Legok, Tangerang: 350 Warga Kehilangan Air Bersih

Sabtu (4/4) lalu, hujan lebat menyebabkan air Sungai Cimanceuri meluap hingga menenggelamkan sebagian besar wilayah Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai satu meter, memaksa ribuan warga berjuang melawan genangan.

legok tangerang flooded street houses

Penyebab Banjir

Aliran air yang meluap berasal dari Sungai Cimanceuri, yang mengalir lewat Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Karena curah hujan yang tinggi, debit sungai meningkat drastis, sehingga air tak mampu menampung volume yang masuk dan akhirnya meluap ke daerah sekitarnya.

Daerah yang Terkena Dampak

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, dua desa paling parah terdampak: Desa Bojong Kamal dan Desa Cirarab. Di sana, ketinggian air beragam, mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter penuh.

Kerugian dan Kondisi Warga

Secara keseluruhan, 350 jiwa yang tergabung dalam 115 kepala keluarga mengalami dampak langsung. Dari total tersebut, sebanyak 65 rumah terendam air, membuat sebagian besar penghuni harus menata ulang aktivitas harian mereka.

  • Jumlah penduduk terdampak: 350 orang
  • Kepala keluarga terpengaruh: 115 KK
  • Rumah yang terendam: 65 unit
  • Ketinggian air: 30 cm – 1 m

Uniknya, sampai saat ini belum ada warga yang memutuskan mengungsi. Kebanyakan memilih tetap berada di rumah masing‑masing, meski kondisi air masih mengancam. Jujur saja, keputusan ini cukup berani mengingat potensi bahaya yang masih mengintai.

Tanggapan Pemerintah dan Kebutuhan Mendesak

BPBD Kabupaten Tangerang melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melaporkan bahwa warga yang terdampak sangat memerlukan bantuan air bersih serta logistik dasar untuk memenuhi kebutuhan sehari‑hari.

"Yang dibutuhlan saat ini adalah air bersih dan logistik," tulis laporan tersebut. Tanpa pasokan air yang memadai, risiko kesehatan akan semakin meningkat, terutama bagi anak‑anak dan lansia.

Tim relawan dan aparat setempat sudah dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan, namun skala kebutuhan masih cukup besar. Warga berharap bantuan dapat tiba secepatnya, supaya mereka tidak terpaksa mengandalkan air yang tercemar atau menghabiskan tenaga mencari sumber air bersih di luar area yang terendam.

Langkah Selanjutnya

Ke depan, otoritas daerah berencana melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan penanganan sungai di wilayah ini. Kalau dipikir‑pikir, perbaikan infrastruktur menjadi kunci mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.

Untuk saat ini, warga diminta tetap waspada, memantau ketinggian air, dan melaporkan kondisi darurat ke petugas setempat. Semoga bantuan yang dibutuhkan segera tiba, dan situasi dapat kembali normal dalam waktu singkat.

0 Komentar