Ribuan ASN Sulsel Ikuti Pelatihan Komcad Militer Selama 2 Bulan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi meluncurkan program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) untuk Komponen Cadangan (Komcad) yang melibatkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 24 kabupaten/kota. Program ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan di Rindam XIV Hasanuddin, Kabupaten Gowa, dan menjadi contoh pertama di tingkat provinsi.

civil servant training, military reserve

Program Pelatihan Komcad di Sulawesi Selatan

Pelatihan Komcad ini dirancang sebagai bagian dari upaya nasional memperkuat komponen cadangan strategis. Seluruh kegiatan dilaksanakan di fasilitas militer Rindam XIV Hasanuddin, dengan jadwal intensif yang mencakup disiplin, kerja sama tim, hingga pembentukan empati sosial. Program dijadwalkan selesai pada 13 Mei 2026 setelah menempuh total sekitar 45 hari.

Seleksi dan Kriteria Peserta

Hanya ASN yang memenuhi persyaratan ketat yang dapat mengikuti program ini. Persyaratan utama meliputi usia maksimal 35 tahun dan lolos proses seleksi yang menilai kelayakan fisik serta mental. Dari total pendaftar, hanya yang benar‑benar memenuhi kriteria yang dipilih untuk bergabung.

Peran Gubernur dalam Peluncuran Program

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan pentingnya langkah ini sebagai percontohan nasional. Ia menyatakan, "Terlibat ini 24 kabupaten/kota, kita ambil yang betul-betul memenuhi persyaratan karena ada seleksi, dan umur maksimal 35 tahun. Ini percontohan, pionir pertama," kata Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Senin (30/3). dan menambahkan, "Durasi sekitar 1,5 sampai 2 bulan. Materinya karakter kebangsaan, tapi tetap menyesuaikan dengan fungsi dan tugas ASN," kata Gabriel..

Materi Pelatihan dan Instruktur

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Gabriel Lema, menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung selama 1,5 sampai 2 bulan dengan fokus pada nilai‑nilai kebangsaan yang disesuaikan dengan fungsi ASN. "" ia menuturkan. Instruktur profesional dari jajaran Kodam melalui Rindam akan memberikan pembekalan berupa disiplin militer, kerja sama tim, serta pengembangan empati. Tujuannya adalah menciptakan perubahan karakter, cara pandang, dan rasa tanggung jawab yang lebih kuat terhadap negara, sebagaimana ditekankan oleh Gabriel: .

Komponen Cadangan Strategis: Apa Itu?

Komponen Cadangan (Komcad) merupakan satuan cadangan yang berada di luar struktur militer reguler, namun siap diaktifkan dalam situasi strategis. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kesiapan pertahanan nasional melalui partisipasi ASN yang bersifat sukarela.

Sifat Sukarela dan Dukungan Kementerian

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam Komcad bersifat sukarela. Meskipun demikian, pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh berupa fasilitas pelatihan, akomodasi, serta penghargaan bagi peserta yang berhasil menyelesaikan program.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Dengan melibatkan ribuan ASN, diharapkan tercipta sinergi antara nilai kebangsaan dan profesionalisme aparatur negara. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan militer dasar, tetapi juga menginternalisasi semangat kebangsaan yang dapat diterapkan dalam tugas sehari‑hari di kantor pemerintahan.

Jadwal dan Tahapan Pelatihan

  • Pembukaan Resmi: 30 Maret 2024
  • Fase Pengantar (orientasi, tes kebugaran): 1–15 April 2024
  • Intensif Latsarmil (latihan fisik, taktik dasar, materi kebangsaan): 16 April – 30 Mei 2024
  • Evaluasi dan Penutupan: 1–13 Mei 2026

Selama periode pelatihan, peserta akan menjalani serangkaian tes kebugaran, simulasi taktik, serta diskusi tentang nilai‑nilai kebangsaan. Setiap modul diakhiri dengan evaluasi untuk memastikan pencapaian kompetensi yang diharapkan.

Kesempatan Bagi ASN Lainnya

Program percontohan ini membuka peluang bagi provinsi lain untuk mengadopsi model serupa. Kementerian Pertahanan dan PANRB telah menyatakan kesiapan mendukung replikasi program di wilayah lain, asalkan terdapat komitmen kuat dari pemerintah daerah dan kepatuhan terhadap standar seleksi.

Dengan langkah ini, Sulawesi Selatan tidak hanya menegaskan keseriusan dalam memperkuat pertahanan nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa aparatur sipil negara dapat berperan aktif dalam menjaga kedaulatan negara melalui pelatihan yang terstruktur dan berorientasi pada nilai kebangsaan.

0 Komentar