Banyumas.co - Seorang prajurit TNI yang menjadi pasukan perdamaian di bawah naungan PBB, dilaporkan gugur dalam Serangan yang diduga dilancarkan oleh Israel.
Pasukan UNIFIL mendapat serangan hebat di wilayah Libanon, pada 29 Juni 2026, sejumlah prajurit TNI juga mengalami luka-luka.
Hal itu disampaikan langsung oleh Sekjen PBB, Antonio Guterras, ia mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis keterangan Sekjen PBB António Guterres lewat akun X-nya.
Antonio juga menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya seorang penjaga perdamaian Indonesia dan tiga orang lainnya cedera. Para anggota TNI mengalami serangan.*

0 Komentar