Banyumas.co - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi peringatan akan menghancurkan Pulau Kharg beserta sumur minyak dan pembangkit listriknya jika Iran tidak segera menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Senin, 30 Maret, Trump menuliskan harapannya terhadap kemungkinan pembicaraan dengan “rezim yang lebih rasional” di Teheran, yang mengindikasikan kemungkinan perubahan kepemimpinan di Iran.
Namun, Donald Trump memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, termasuk pembukaan kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz, maka pasukan AS akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg.
Para pengamat menilai bahwa penghancuran infrastruktur sipil seperti fasilitas listrik dan air dapat melanggar hukum humaniter internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Dilansir dari laman France24, Selasa, 31 Maret 2026, Iran sebelumnya juga mengancam akan membalas dengan menargetkan infrastruktur energi dan fasilitas air di negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, seperti Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, dan Arab Saudi.
Sebagai bentuk respons, sebuah komite parlemen Iran menyetujui rencana untuk mengenakan biaya terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.*

0 Komentar