Banyumas.co - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Christoveny menyatakan kinerja ekonomi Banyumas Raya pada 2025 tumbuh dengan baik dibandingkan 2024 dengan melampaui rata-rata pertumbuhan Jawa Tengah dan nasional.
"Seluruh daerah di Banyumas Raya meningkat dibandingkan 2024 dan rata-rata berada di atas pertumbuhan Jawa Tengah maupun nasional," jelasnya dikutip dari Antara News.
Christoveny mengatakan secara nominal pangsa produk domestik regional bruto (PDRB) terbesar di kawasan Banyumas Raya berada di Kabupaten Cilacap dengan kontribusi 49,22 persen terhadap total ekonomi kawasan tersebut, selanjutnya disusul Banyumas sebesar 27,52 persen, Purbalingga 12,44 persen, dan Banjarnegara 10,81 persen.
Dari sisi struktur ekonomi, industri pengolahan masih menjadi sektor dengan pangsa terbesar, hampir 39 persen. Sementara sektor pertanian berkontribusi sekitar 14 persen, perdagangan 11 persen, dan konsumsi 9 persen.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas tercatat 5,97 persen, naik dari 5,35 persen pada 2024. Purbalingga tumbuh menjadi 5,92 persen dari sebelumnya 4,57 persen, Banjarnegara naik menjadi 5,26 persen dari 5,15 persen, dan Cilacap naik 3,31 persen dari 2,7 persen.
Menurut dia, akselerasi pertumbuhan tersebut terutama ditopang industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan yang menjadi motor utama ekonomi kawasan.
"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didukung peningkatan belanja pemerintah dan investasi," katanya.
Dia mengatakan berbagai program pemerintah seperti insentif dan bantuan sosial, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), turut mendorong kinerja industri pengolahan, khususnya makanan dan minuman.
Menurut dia, sektor pertanian juga menunjukkan perbaikan seiring kondisi cuaca pada 2025 yang relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga produksi meningkat.*

0 Komentar