Tips Mengatasi Panas Dalam saat Puasa

   



Banyumas.co - Puasa adalah momen istimewa bagi umat Muslim, terutama saat bulan Ramadan. Namun, perubahan pola makan dan minum selama berpuasa sering kali memicu berbagai keluhan kesehatan, salah satunya panas dalam.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan tenggorokan kering atau perih, sariawan, bibir pecah-pecah, hingga badan terasa tidak nyaman. Agar ibadah tetap lancar, penting mengetahui cara efektif mengatasi dan mencegah panas dalam saat puasa.

Penyebab Panas Dalam Saat Puasa

Panas dalam umumnya terjadi karena kurangnya asupan cairan, konsumsi makanan berminyak atau pedas secara berlebihan, serta kurangnya asupan serat dan vitamin. Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama lebih dari 12 jam, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Jika tidak diimbangi dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka, gejala panas dalam bisa semakin parah.

Selain itu, kebiasaan langsung mengonsumsi gorengan dan minuman manis berlebihan saat berbuka juga dapat memicu iritasi tenggorokan dan gangguan pencernaan. Kurangnya konsumsi buah dan sayur pun membuat tubuh kekurangan vitamin yang berperan menjaga daya tahan dan kesehatan mulut.

Tips Mengatasi Panas Dalam Saat Puasa

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengatasi panas dalam selama berpuasa:

1. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Pola 2-4-2

Agar tubuh tetap terhidrasi, terapkan pola minum 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Cara ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh tanpa membuat perut terasa kembung. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memicu dehidrasi.

2. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Buah seperti semangka, melon, jeruk, dan pir mengandung banyak air serta vitamin yang membantu meredakan panas dalam. Sayuran hijau juga kaya serat dan nutrisi yang mendukung sistem pencernaan. Mengonsumsi buah saat sahur dan berbuka membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan mencegah sariawan.

3. Hindari Makanan Terlalu Pedas dan Berminyak

Gorengan dan makanan pedas memang menggugah selera, terutama saat berbuka. Namun, konsumsi berlebihan dapat memperparah panas dalam. Sebaiknya pilih makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang agar lebih ramah bagi lambung dan tenggorokan.

4. Konsumsi Madu dan Air Hangat

Madu dikenal memiliki sifat antibakteri dan dapat membantu meredakan iritasi tenggorokan. Campurkan satu sendok makan madu ke dalam segelas air hangat dan minum saat sahur atau sebelum tidur. Cara alami ini cukup efektif untuk meredakan gejala panas dalam.

5. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memperburuk kondisi panas dalam. Usahakan tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup meski jadwal tidur berubah selama puasa. Tubuh yang fit akan lebih mudah melawan infeksi dan peradangan ringan di area mulut serta tenggorokan.

6. Jaga Kebersihan Mulut

Menyikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab sariawan dan bau mulut. Gunakan obat kumur non-alkohol bila perlu agar mulut tetap segar tanpa menyebabkan iritasi tambahan.

Cara Mencegah Panas Dalam Sejak Dini

Selain mengatasi, pencegahan juga tak kalah penting. Pastikan menu sahur mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup. Hindari langsung tidur setelah sahur agar proses pencernaan berjalan optimal. Saat berbuka, dahulukan air putih dan buah sebelum menyantap makanan berat.

Mengatur pola makan dan gaya hidup sehat selama Ramadan bukan hanya membantu mencegah panas dalam, tetapi juga menjaga stamina selama menjalani ibadah puasa. Dengan tubuh yang sehat dan terhidrasi, aktivitas sehari-hari tetap dapat dilakukan dengan nyaman.*


0 Komentar