Tips Mengatasi Demam saat Puasa

  



Banyumas.co - Menjalankan ibadah puasa saat tubuh sedang kurang fit tentu menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika mengalami demam. Kondisi ini sering membuat tubuh terasa lemas, pusing, menggigil, dan kehilangan nafsu makan. 

Demam sebenarnya adalah respons alami tubuh dalam melawan infeksi, baik akibat virus maupun bakteri. Namun, saat berpuasa, asupan cairan dan nutrisi yang terbatas dapat membuat kondisi terasa lebih berat.

Oleh karena itu, penting mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi demam saat puasa agar ibadah tetap lancar dan kesehatan tetap terjaga.

1. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi

Salah satu tantangan terbesar saat demam di bulan puasa adalah risiko dehidrasi. Ketika suhu tubuh meningkat, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Untuk mengatasinya, manfaatkan waktu berbuka hingga sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan.

Gunakan pola 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Selain air putih, Anda juga bisa mengonsumsi sup hangat atau jus buah tanpa tambahan gula berlebihan. Hindari minuman berkafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat dehidrasi.

2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Saat demam, tubuh membutuhkan energi dan nutrisi lebih untuk melawan infeksi. Pastikan menu sahur dan berbuka mengandung karbohidrat kompleks, protein, vitamin, serta mineral.

Pilih makanan seperti nasi merah, roti gandum, telur, ayam, ikan, serta sayuran hijau. Buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk dan pepaya juga baik untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Hindari makanan berminyak dan terlalu pedas karena dapat memperparah rasa tidak nyaman pada tubuh.

3. Istirahat yang Cukup

Istirahat adalah kunci utama dalam proses pemulihan demam. Kurangi aktivitas fisik yang berat dan usahakan tidur lebih awal setelah salat tarawih. Jika memungkinkan, sempatkan tidur siang singkat untuk membantu tubuh memulihkan energi.

Kurang tidur dapat memperlambat proses penyembuhan dan membuat tubuh semakin lemas saat berpuasa. Dengarkan sinyal tubuh Anda dan jangan memaksakan diri untuk beraktivitas berlebihan.

4. Kompres Hangat untuk Menurunkan Suhu

Jika suhu tubuh meningkat, lakukan kompres hangat pada dahi, leher, atau ketiak. Hindari penggunaan air es karena dapat menyebabkan tubuh menggigil dan justru meningkatkan suhu internal. Kompres hangat membantu tubuh melepaskan panas secara perlahan dan membuat Anda merasa lebih nyaman.

Selain itu, kenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat agar panas tubuh dapat keluar dengan baik.

5. Konsumsi Obat Penurun Demam Jika Diperlukan

Jika suhu tubuh mencapai lebih dari 38°C dan terasa sangat tidak nyaman, Anda dapat mengonsumsi obat penurun demam seperti paracetamol saat berbuka atau sahur. Pastikan mengikuti dosis yang dianjurkan dan tidak mengonsumsinya dalam keadaan perut kosong.

Apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk memastikan keamanan penggunaan obat selama puasa.

6. Kenali Kapan Harus Membatalkan Puasa

Dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan adalah hal yang utama. Jika demam disertai gejala berat seperti muntah terus-menerus, diare parah, pusing hebat, atau tanda dehidrasi berat (mulut sangat kering, jarang buang air kecil, lemas ekstrem), maka sebaiknya pertimbangkan untuk membatalkan puasa.

Agama memberikan keringanan bagi orang yang sakit untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain waktu. Jangan memaksakan diri karena dapat memperburuk kondisi dan memperlambat penyembuhan.

7. Jaga Kebersihan dan Daya Tahan Tubuh

Demam sering kali disebabkan oleh infeksi virus, terutama saat perubahan cuaca atau daya tahan tubuh menurun. Cuci tangan secara rutin, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit, dan konsumsi makanan sehat secara konsisten selama bulan puasa untuk menjaga sistem imun tetap optimal.

Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin sesuai kebutuhan setelah berbuka, namun tetap perhatikan anjuran dosis.*

0 Komentar