Banyumas.co - Bermain padel saat bulan Ramadan tetap bisa dilakukan dengan aman dan menyenangkan, asalkan kamu menyesuaikan intensitas, waktu bermain, serta pola makan.
Padel sendiri adalah olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash, dimainkan secara ganda di lapangan berdinding kaca. Popularitasnya terus meningkat di berbagai kota besar, termasuk di Indonesia.
Agar ibadah puasa tetap lancar tanpa mengorbankan performa di lapangan, berikut beberapa tips bermain padel saat Ramadan.
1. Pilih Waktu Bermain yang Tepat
Waktu terbaik untuk bermain padel saat Ramadan adalah menjelang berbuka puasa atau setelah salat Tarawih. Bermain 30–60 menit sebelum azan magrib memungkinkan kamu segera mengganti cairan tubuh setelah selesai.
Jika memilih malam hari, tubuh sudah mendapat asupan nutrisi sehingga energi lebih stabil. Hindari bermain di siang hari saat cuaca panas karena risiko dehidrasi akan jauh lebih tinggi.
2. Kurangi Intensitas dan Durasi Permainan
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan makanan selama belasan jam. Oleh karena itu, kurangi durasi bermain menjadi 60–90 menit saja dan hindari pertandingan yang terlalu kompetitif. Fokuslah pada rally santai, latihan teknik, atau fun game bersama teman. Dengarkan sinyal tubuh—jika mulai pusing, lemas, atau kram, segera hentikan permainan.
3. Perhatikan Asupan Saat Sahur
Sahur adalah kunci utama agar tetap bertenaga saat bermain padel. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal, protein tanpa lemak seperti telur dan ayam, serta lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan. Jangan lupa minum air putih yang cukup. Hindari makanan terlalu asin atau berminyak karena bisa memicu rasa haus berlebihan saat bermain.
4. Prioritaskan Hidrasi Saat Berbuka
Setelah bermain, segera isi kembali cairan tubuh secara bertahap. Awali dengan air putih dan kurma, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang. Kamu juga bisa menambahkan minuman elektrolit untuk mengganti mineral yang hilang melalui keringat. Hindari langsung mengonsumsi minuman manis berlebihan karena bisa membuat tubuh cepat lemas.
5. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan
Meski intensitas diturunkan, pemanasan tetap wajib dilakukan untuk mencegah cedera. Gerakan peregangan dinamis selama 5–10 menit akan membantu otot lebih siap. Setelah bermain, lakukan pendinginan agar detak jantung kembali stabil dan mengurangi risiko pegal keesokan harinya. Saat puasa, pemulihan tubuh cenderung lebih lambat, jadi jangan abaikan tahap ini.
6. Gunakan Perlengkapan yang Nyaman
Pilih pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat agar tubuh tetap sejuk. Gunakan sepatu khusus padel atau sepatu tenis dengan grip yang baik untuk mencegah tergelincir di lapangan. Raket dengan kontrol yang baik juga membantu menghemat energi karena kamu tidak perlu memukul bola terlalu keras.
7. Kelola Ekspektasi dan Nikmati Permainan
Ramadan adalah bulan ibadah, jadi jadikan olahraga sebagai sarana menjaga kebugaran, bukan ajang mengejar performa maksimal. Tidak masalah jika permainan terasa lebih lambat dari biasanya. Yang terpenting adalah tubuh tetap aktif, suasana hati terjaga, dan kebersamaan dengan teman tetap terjalin.
Sebagai olahraga yang mengutamakan kerja sama tim dan strategi, padel tetap menyenangkan dimainkan saat Ramadan dengan penyesuaian yang tepat.*

0 Komentar