Banyumas.co - Kolak ubi adalah salah satu hidangan tradisional Indonesia yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu berbuka puasa.
Perpaduan rasa manis dari gula merah, gurihnya santan, serta tekstur lembut ubi menjadikan kolak ubi sebagai sajian yang menggugah selera.
Hidangan ini juga sering disajikan bersama kolang-kaling atau pisang untuk menambah cita rasa dan variasi tekstur.
Menariknya, kolak merupakan bagian dari kekayaan kuliner Nusantara yang juga berkembang di berbagai daerah seperti Sumatra, Jawa, dan Sulawesi dengan ciri khas masing-masing. Meski bahan dasarnya serupa, setiap daerah memiliki sentuhan rasa yang unik.
Berikut ini adalah resep membuat kolak ubi yang enak, lembut, dan tidak mudah pecah.
Bahan-Bahan:
500 gram ubi jalar (ubi kuning atau ubi ungu sesuai selera)
150 gram gula merah, serut halus
50 gram gula pasir (sesuaikan selera)
700 ml santan (dari 1 butir kelapa atau santan instan)
2 lembar daun pandan, simpulkan
1/2 sendok teh garam
800 ml air
Kolang-kaling atau pisang (opsional)
Cara Membuat Kolak Ubi:
Kupas ubi jalar, lalu cuci hingga bersih. Potong dadu atau sesuai selera. Jangan terlalu kecil agar tidak mudah hancur saat dimasak.
Didihkan 800 ml air, lalu masukkan gula merah dan daun pandan. Masak hingga gula larut sempurna. Setelah itu, saring air gula untuk memastikan tidak ada kotoran yang tersisa.
Didihkan kembali air gula yang sudah disaring. Masukkan potongan ubi, lalu masak dengan api sedang hingga ubi empuk. Pastikan tidak terlalu sering diaduk agar ubi tidak hancur.
Setelah ubi empuk, tuangkan santan secara perlahan sambil terus diaduk perlahan. Gunakan api kecil agar santan tidak pecah.
Tambahkan gula pasir dan garam. Aduk perlahan hingga semua bahan tercampur rata. Masak sebentar hingga mendidih, lalu matikan api.
Kolak ubi bisa disajikan hangat maupun dingin sesuai selera. Jika ingin disajikan dingin, tunggu hingga uap panas hilang lalu simpan di kulkas selama 1–2 jam.*

0 Komentar