Banyumas.co - Kue putu merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang telah dikenal sejak lama dan masih digemari hingga sekarang. Kue berwarna hijau dengan isian gula merah cair ini memiliki cita rasa manis, gurih, dan aroma khas yang berasal dari daun pandan serta bambu.
Biasanya, kue putu dijajakan pada sore hingga malam hari oleh pedagang keliling dengan suara khas uap dari kukusan. Keunikan lain dari kue ini adalah penggunaan cetakan bambu yang memberikan sensasi rasa dan aroma tradisional yang sulit ditiru oleh cetakan modern.
Secara historis, kue putu diyakini berasal dari pengaruh kuliner Tionghoa yang kemudian berakulturasi dengan budaya lokal. Seiring waktu, bahan dan teknik pembuatannya disesuaikan dengan ketersediaan lokal, seperti penggunaan tepung beras, kelapa parut, dan gula merah.
Hingga kini, kue putu tetap bertahan sebagai simbol kuliner tradisional yang sederhana namun kaya makna.
Salah satu faktor penting dalam pembuatan kue putu tradisional adalah penggunaan cetakan bambu. Cetakan ini bukan hanya alat pembentuk, tetapi juga berfungsi memberikan aroma alami yang khas saat proses pengukusan.
Bambu memiliki pori-pori alami yang memungkinkan uap panas meresap dengan baik, sehingga kue matang merata dan memiliki tekstur yang lembut.
Bahan-bahan yang Dibutuhkan:
250 gram tepung beras
200 ml air daun pandan dan suji
½ sendok teh garam
Gula merah secukupnya, disisir halus
½ butir kelapa parut kasar
¼ sendok teh garam untuk kelapa
Cetakan bambu khusus kue putu
Kukusan
Cara Membuat Kue Putu Tradisional:
Campurkan tepung beras dengan garam dalam wadah besar. Tuangkan air pandan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan berbutir halus dan lembap, tidak terlalu basah.
Ayak adonan agar tidak menggumpal dan teksturnya lebih ringan. Langkah ini penting untuk menghasilkan kue putu yang empuk.
Siapkan cetakan bambu, lalu masukkan adonan hingga setengah cetakan. Tambahkan gula merah sisir di bagian tengah sebagai isian.
Tutup kembali dengan adonan hingga hampir penuh, tetapi jangan ditekan terlalu padat agar uap dapat masuk dengan baik.
Susun cetakan bambu di dalam kukusan yang sudah dipanaskan. Kukus selama kurang lebih 5–7 menit hingga kue matang dan gula merah meleleh. Angkat kue putu dari cetakan dengan cara diketuk perlahan.
Sajikan kue putu dengan taburan kelapa parut yang telah dikukus dan diberi sedikit garam. Untuk mendapatkan hasil terbaik, pastikan kelapa parut yang digunakan masih segar agar rasanya gurih dan tidak cepat basi. Selain itu, air pandan alami lebih disarankan dibandingkan pewarna makanan karena memberikan aroma dan warna yang lebih alami.*
.jpeg)
0 Komentar