Banyumas.co - Kolak biji salak adalah salah satu hidangan tradisional Indonesia yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu takjil. Meski disebut “biji salak”, kudapan ini sebenarnya tidak menggunakan buah salak, melainkan bola-bola kenyal yang terbuat dari ubi jalar dan tepung tapioka.
Teksturnya lembut di dalam, kenyal di luar, dan berpadu sempurna dengan kuah gula merah serta saus santan yang gurih. Hidangan ini mudah dibuat di rumah dengan bahan sederhana, namun rasanya begitu istimewa.
Kolak biji salak banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Perpaduan rasa manis dari gula merah dan gurihnya santan menciptakan sensasi hangat yang menenangkan, cocok dinikmati saat cuaca dingin maupun sebagai hidangan pembuka saat berbuka puasa.
Bahan-Bahan yang Diperlukan
Untuk membuat kolak biji salak yang lezat untuk sekitar 5–6 porsi, siapkan bahan-bahan berikut:
Bahan biji salak:
500 gram ubi jalar (warna oranye atau kuning)
100–150 gram tepung tapioka (sesuaikan tekstur adonan)
Sejumput garam
Bahan kuah gula merah:
200 gram gula merah, serut halus
2 sendok makan gula pasir (opsional, untuk menambah manis)
2 lembar daun pandan, simpulkan
700 ml air
1/2 sendok teh garam
Bahan kuah santan:
500 ml santan (dari 1 butir kelapa atau santan instan)
1 lembar daun pandan
Sejumput garam
Pastikan memilih ubi jalar yang berkualitas baik, tidak terlalu berair dan tidak berserat kasar agar menghasilkan tekstur biji salak yang lembut.
- Cara Membuat Biji Salak
Langkah pertama adalah mengolah ubi jalar. Kupas ubi, cuci bersih, lalu potong-potong agar cepat matang. Kukus hingga ubi benar-benar empuk, sekitar 15–20 menit. Setelah matang, haluskan ubi selagi masih hangat menggunakan garpu atau alat penumbuk hingga lembut dan tidak bergerindil.
Tambahkan sejumput garam ke dalam ubi yang telah dihaluskan. Masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan bisa dipulung dan tidak lengket di tangan. Jumlah tepung bisa disesuaikan, tergantung kadar air pada ubi. Jangan terlalu banyak menambahkan tepung agar tekstur tetap lembut dan tidak keras.
Ambil sedikit adonan, lalu bentuk bulat kecil seukuran kelereng. Lakukan hingga adonan habis. Taburi sedikit tepung tapioka pada wadah agar bola-bola tidak saling menempel.
Didihkan air dalam panci, lalu masukkan bola-bola ubi. Rebus hingga biji salak mengapung, tanda bahwa sudah matang. Angkat dan tiriskan.
- Membuat Kuah Gula Merah
Dalam panci terpisah, rebus air bersama gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam. Aduk hingga gula larut sempurna. Setelah mendidih, saring kuah untuk memastikan tidak ada kotoran dari gula merah.
Didihkan kembali kuah yang sudah disaring, lalu masukkan biji salak yang telah direbus. Masak dengan api sedang hingga kuah sedikit mengental dan meresap ke dalam biji salak. Jika ingin kuah lebih kental, Anda bisa melarutkan satu sendok makan tepung tapioka dengan sedikit air, lalu tuangkan ke dalam kuah sambil diaduk perlahan hingga mengental.
- Membuat Kuah Santan
Rebus santan bersama daun pandan dan garam dengan api kecil. Aduk terus agar santan tidak pecah. Masak hingga mendidih, lalu angkat. Kuah santan ini akan menjadi pelengkap yang memberikan rasa gurih dan menyeimbangkan manisnya kuah gula merah.
- Cara Penyajian
Sajikan kolak biji salak dalam mangkuk saji. Ambil beberapa sendok biji salak beserta kuah gula merahnya, lalu siram dengan kuah santan di atasnya. Kolak bisa dinikmati dalam keadaan hangat maupun dingin dengan tambahan es batu sesuai selera.*

0 Komentar