Banyumas.co - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk, setelah penurunan outlook rating Moody's, IHSG Jumat pagi 6 Januari 2026, dibuka ambruk 1,96 persen ke level 7.945.
Dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih jatuh 2,23 persen ke level 7.923.
Pada perdagangan pada pagi itu, sebanyak 4,46 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,27 triliun, serta frekuensi sebanyak 242.900 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 64 saham bergerak naik, sedangkan 573 saham mengalami penurunan, dan 321 saham tidak mengalami pergerakan.
IHSG diprediksi hari ini bergerak melemah terbatas sampai akhir pekan ini, seiring sikap pelaku pasar yang masih cenderung wait and see terhadap sejumlah sentimen global maupun domestik.
Melansir data riset BRI Danareksa Sekuritas, tekanan dari pasar global masih cukup terasa setelah bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,20 persen ke level 48.908, diikuti S&P 500 yang melemah 1,23 persen ke 6.798, serta Nasdaq yang terkoreksi 1,59 persen ke level 22.540.
Dari dalam negeri, IHSG pada perdagangan terakhir kembali tertahan dan ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.103. Tekanan jual investor asing juga masih terlihat dengan catatan net foreign sell sebesar Rp355 miliar di pasar reguler.
BRI Danareksa Sekuritas menilai, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat solid dengan rilis GDP yang tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year/YoY), sentimen positif tersebut belum mampu mengangkat pergerakan IHSG secara signifikan.
Untuk perdagangan di akhir pekan, IHSG diproyeksikan bergerak melemah terbatas dengan level support di kisaran 8.000–8.050 dan resistance pada rentang 8.150–8.210.
Tekanan tambahan datang dari keputusan Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski peringkat kredit tetap dipertahankan di level Baa2 atau masih berada dalam kategori investment grade.*

0 Komentar