Banyumas.co - Berpuasa bukan berarti harus menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya. Justru, dengan memilih jenis olahraga yang tepat, tubuh tetap bisa bugar selama menjalani ibadah puasa.
Kunci utamanya adalah memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, dilakukan pada waktu yang tepat, serta memperhatikan asupan cairan dan nutrisi saat sahur dan berbuka.
Berikut adalah daftar olahraga yang cocok saat puasa beserta penjelasannya.
1. Jalan Kaki
Jalan kaki merupakan olahraga paling sederhana dan aman dilakukan saat puasa. Intensitasnya yang ringan membuat tubuh tetap aktif tanpa menguras terlalu banyak energi. Anda bisa melakukannya selama 20–30 menit menjelang waktu berbuka agar setelah selesai berolahraga, tubuh segera mendapatkan asupan cairan.
Selain membantu menjaga kebugaran jantung, jalan kaki juga efektif memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Jika memungkinkan, pilih area yang teduh atau lakukan di dalam ruangan seperti pusat kebugaran atau treadmill untuk menghindari paparan panas berlebih.
2. Yoga
Yoga menjadi pilihan populer saat puasa karena gerakannya lembut dan fokus pada pernapasan. Latihan ini membantu menjaga fleksibilitas tubuh, meningkatkan keseimbangan, serta memberikan efek relaksasi. Beberapa gerakan yoga juga membantu memperbaiki postur dan meredakan ketegangan otot akibat aktivitas sehari-hari.
Anda bisa melakukan yoga ringan sekitar 30 menit sebelum berbuka atau setelah salat Tarawih. Hindari gerakan yang terlalu intens atau membutuhkan banyak tenaga agar tidak memicu kelelahan berlebihan.
3. Bersepeda Santai
Bersepeda dengan intensitas rendah hingga sedang juga cocok dilakukan saat puasa. Pilih rute yang datar dan hindari tanjakan curam agar detak jantung tidak melonjak terlalu tinggi. Waktu terbaik untuk bersepeda adalah menjelang berbuka atau sekitar 1–2 jam setelah berbuka saat energi sudah kembali.
Bersepeda membantu melatih kekuatan otot kaki, meningkatkan stamina, serta menjaga kesehatan jantung. Gunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan pastikan tubuh dalam kondisi fit sebelum memulai.
4. Senam Ringan atau Aerobik Low Impact
Senam ringan atau aerobik low impact dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh. Gerakan yang tidak melompat atau terlalu cepat akan membantu membakar kalori secara aman selama puasa.
Anda bisa mengikuti video senam di rumah agar lebih fleksibel dalam mengatur waktu. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dan hentikan latihan jika merasa pusing atau lemas.
5. Pilates
Pilates menekankan pada kekuatan inti, kontrol gerakan, dan pernapasan. Intensitasnya relatif ringan hingga sedang, sehingga cocok untuk dilakukan saat puasa. Latihan ini membantu memperkuat otot perut, punggung, dan panggul, sekaligus meningkatkan fleksibilitas.
Durasi ideal pilates saat puasa adalah sekitar 20–40 menit. Sama seperti yoga, waktu terbaik melakukannya adalah menjelang berbuka atau setelah berbuka.
6. Berenang (Intensitas Ringan)
Berenang bisa menjadi pilihan menyegarkan selama puasa, terutama jika dilakukan dengan santai. Air membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil sehingga tidak mudah kepanasan.
Namun, hindari berenang terlalu lama atau dengan gaya yang terlalu menguras tenaga.
Lakukan berenang sekitar 20–30 menit dan pilih waktu sore hari mendekati berbuka. Pastikan juga tidak terlalu sering menelan air secara tidak sengaja.
7. Latihan Kekuatan Ringan
Latihan kekuatan menggunakan beban ringan atau berat tubuh (bodyweight) seperti push-up, squat, dan plank juga bisa dilakukan saat puasa. Fokus pada repetisi rendah hingga sedang dan hindari latihan hingga titik kelelahan maksimal.
Latihan ini membantu mempertahankan massa otot selama puasa. Idealnya dilakukan 30–60 menit sebelum berbuka agar tubuh bisa segera mendapatkan nutrisi setelahnya.*

0 Komentar