Banyumas.co - Radang tenggorokan adalah keluhan yang cukup sering muncul saat bulan puasa. Kondisi ini bisa terasa lebih mengganggu karena selama berpuasa kita tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Tenggorokan menjadi kering, terasa perih, gatal, bahkan nyeri saat menelan. Jika tidak ditangani dengan baik, radang tenggorokan dapat mengganggu ibadah dan aktivitas sehari-hari.
Radang tenggorokan atau faringitis adalah peradangan pada bagian belakang tenggorokan yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau iritasi seperti udara kering dan debu.
Selama bulan puasa, perubahan pola makan dan minum, kurangnya asupan cairan di siang hari, serta kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak atau terlalu pedas saat sahur dan berbuka dapat memperparah kondisi ini.
Berikut beberapa cara efektif untuk mengatasi radang tenggorokan saat puasa:
1. Penuhi Kebutuhan Cairan saat Sahur dan Berbuka
Kunci utama menjaga kesehatan tenggorokan saat puasa adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi. Meski tidak bisa minum di siang hari, Anda dapat mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka. Terapkan pola 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh berlebihan karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Tenggorokan yang cukup lembap akan lebih tahan terhadap iritasi dan infeksi.
2. Konsumsi Makanan yang Lembut dan Tidak Berminyak
Saat sahur dan berbuka, pilih makanan yang mudah ditelan dan tidak merangsang tenggorokan. Sup hangat, bubur, atau sayuran berkuah bisa menjadi pilihan yang baik. Hindari makanan yang terlalu pedas, asam, atau digoreng karena dapat memperparah peradangan.
Selain itu, perbanyak konsumsi buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, dan stroberi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Berkumur dengan Air Garam
Setelah berbuka atau sebelum tidur, Anda bisa berkumur dengan air garam hangat. Cara ini membantu mengurangi pembengkakan dan membunuh kuman di tenggorokan. Campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama 30 detik.
Metode sederhana ini cukup efektif meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
4. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga infeksi lebih mudah terjadi. Selama bulan puasa, usahakan tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup meskipun jadwal tidur berubah karena sahur dan ibadah malam.
Dengan sistem imun yang kuat, tubuh akan lebih cepat melawan infeksi penyebab radang tenggorokan.
5. Gunakan Obat Pereda Nyeri atau Tablet Hisap
Jika radang tenggorokan terasa sangat mengganggu, Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri atau tablet hisap setelah berbuka puasa. Produk seperti tablet hisap antiseptik atau obat yang mengandung pereda nyeri ringan bisa membantu mengurangi rasa sakit dan iritasi.
Namun, pastikan penggunaannya sesuai aturan dan hindari konsumsi obat saat sedang berpuasa karena dapat membatalkan puasa.
6. Hindari Paparan Asap dan Udara Kotor
Asap rokok, polusi, dan debu dapat memperparah radang tenggorokan. Jika memungkinkan, gunakan masker saat berada di luar ruangan. Jaga kebersihan lingkungan rumah agar udara tetap bersih dan tidak terlalu kering.
Anda juga bisa menggunakan pelembap udara (humidifier) di kamar tidur untuk menjaga kelembapan udara, terutama jika menggunakan pendingin ruangan.
7. Periksakan Diri Jika Gejala Tidak Membaik
Jika radang tenggorokan disertai demam tinggi, nyeri hebat, atau berlangsung lebih dari tiga hari tanpa perbaikan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Bisa jadi penyebabnya adalah infeksi bakteri yang memerlukan antibiotik sesuai resep medis.
Jangan menunda pemeriksaan, karena penanganan yang tepat akan membantu Anda tetap menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.*

0 Komentar