Cara Membuat Kue Nastar yang Lembut dan Anti Hancur

  

Banyumas.co - Kue nastar merupakan salah satu kue kering paling populer di Indonesia, terutama saat momen Lebaran, Natal, atau Tahun Baru Imlek. Teksturnya yang lembut, isian selai nanas yang manis-asam, serta aroma mentega yang khas membuat nastar selalu menjadi favorit di meja hidangan.

Namun, tidak sedikit orang yang gagal membuat nastar karena adonannya mudah hancur, terlalu keras, atau melebar saat dipanggang. Agar hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa teknik dan tips penting yang perlu diperhatikan. Berikut panduan lengkap cara membuat kue nastar yang lembut dan anti hancur.

1. Memilih Bahan yang Tepat

Kunci utama nastar yang lembut terletak pada kualitas bahan. Gunakan margarin dan mentega dengan kualitas baik. Kombinasi margarin dan mentega akan menghasilkan aroma yang harum sekaligus tekstur yang tidak mudah rapuh. Hindari penggunaan margarin sepenuhnya karena dapat membuat nastar terasa kurang lembut.

Tepung terigu yang digunakan sebaiknya tepung protein rendah. Tepung jenis ini menghasilkan tekstur kue yang lebih halus dan tidak keras. Selain itu, gunakan gula halus agar adonan mudah tercampur dan tidak bergerindil.

2. Takaran dan Komposisi yang Seimbang

Kesalahan umum dalam membuat nastar adalah penggunaan tepung yang terlalu banyak. Tepung berlebih akan membuat kue kering dan mudah retak. Sebaliknya, jika tepung terlalu sedikit, kue akan melebar saat dipanggang. Oleh karena itu, pastikan takaran bahan sesuai resep dan jangan mengira-ngira.

Penggunaan kuning telur lebih disarankan dibandingkan putih telur. Kuning telur memberikan rasa gurih dan warna cantik, sedangkan putih telur dapat membuat tekstur kue menjadi keras.

3. Teknik Mengaduk Adonan yang Benar

Mengaduk adonan nastar tidak boleh sembarangan. Campurkan margarin, mentega, dan gula halus dengan cara diaduk perlahan menggunakan spatula atau mixer kecepatan rendah. Jangan mengocok terlalu lama karena dapat membuat adonan mengembang dan menghasilkan kue yang retak saat dipanggang.

Setelah bahan lemak tercampur rata, masukkan kuning telur satu per satu, aduk perlahan hingga menyatu. Terakhir, masukkan tepung terigu dan susu bubuk sambil diayak. Aduk secukupnya hingga adonan bisa dipulung. Hindari menguleni adonan seperti membuat roti karena dapat membuat nastar keras.

4. Selai Nanas yang Tepat

Selai nanas yang terlalu basah akan membuat nastar mudah bocor dan rapuh. Pastikan selai dimasak hingga benar-benar kental dan bisa dipulung. Sebaiknya buat selai nanas sendiri agar tingkat kekentalannya bisa disesuaikan.
Bentuk selai nanas menjadi bulatan kecil dan dinginkan terlebih dahulu di dalam kulkas agar lebih mudah dibungkus adonan.

5. Teknik Membentuk dan Memanggang

Ambil adonan secukupnya, pipihkan, lalu isi dengan selai nanas. Tutup rapat dan bulatkan perlahan tanpa menekan terlalu keras. Tekanan berlebih bisa menyebabkan adonan retak.

Panggang nastar dalam oven dengan suhu sekitar 140–150°C. Suhu yang terlalu tinggi akan membuat nastar cepat retak dan kering. Panggang hingga bagian bawah matang, lalu keluarkan sebentar untuk diolesi bahan olesan berupa kuning telur, susu cair, dan sedikit madu. Setelah itu, panggang kembali hingga bagian atas berwarna keemasan.

6. Penyimpanan Agar Tidak Hancur

Setelah matang, biarkan nastar benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam toples. Nastar yang masih hangat sangat rapuh dan mudah hancur. Gunakan toples kedap udara agar nastar tetap lembut dan tahan lama.*

0 Komentar