Bapanas Perkuat Progam Intervensi Pangan Jelang Ramadhan 2026

  



Banyumas.co - Kondisi pangan nasional hingga awal Februari 2026 berada dalam tren yang terkendali. Hal itu tercermin dari pergerakan inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan yang menunjukkan penurunan signifikan, baik secara bulanan maupun tahunan, menjelang momentum Ramadan hingga Idulfitri.

Tren inflasi yang mulai melandai saat memasuki momentum Ramadan tahun ini menjadi bukti sahih ampuhnya program intervensi pangan yang dilaksanakan pemerintah. 

Hal itu dijelaskan dalam keterangan resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas), dikutip Kamis, 5 Februari 2026, menanggapi Badan Pusat Statistik (BPS) soal inflasi.

Untuk itu, Bapanas akan terus memperkuat dan mengintensifkan program intervensi pangan yang dijalankan secara konsisten guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), akses masyarakat terhadap pangan pokok strategis dengan harga terjangkau terus diperluas. Hingga 29 Januari 2026, Bapanas telah melaksanakan 296 kegiatan GPM di 56 kabupaten/kota. Angka itu meningkat 71,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 173 kegiatan GPM. 

Selain itu, pemerintah juga terus melanjutkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras dan jagung pakan. Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk pelaksanaan SPHP telah disetujui oleh Kementerian Keuangan dan Bapanas tengah mempersiapkan penugasan serta petunjuk teknis pelaksanaannya.

Sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal I 2026, pemerintah juga akan kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Program itu direncanakan satu kali salur untuk alokasi Februari dan Maret 2026, dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai 33.244.408 setiap bulannya. 

Setiap KPM akan menerima 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang disalurkan oleh Perum Bulog.*



0 Komentar