Banyumas.co - Kurma adalah salah satu buah yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadan. Selain rasanya yang manis alami, kurma juga dikenal kaya akan nutrisi seperti serat, kalium, magnesium, dan antioksidan.
Banyak orang mengonsumsi kurma secara langsung tanpa dicuci terlebih dahulu. Namun, muncul pertanyaan: apakah kurma memang tidak perlu dicuci sebelum dikonsumsi?
Secara umum, kurma yang dijual di pasaran sudah melalui proses panen, sortir, dan pengemasan. Beberapa merek bahkan mencantumkan keterangan “siap makan” atau “ready to eat”. Contohnya, kurma premium seperti Kurma Medjool sering dipasarkan dalam kemasan tertutup dan tampak bersih mengilap.
Begitu juga dengan Kurma Ajwa yang dikenal sebagai salah satu varietas kurma favorit dari Arab Saudi. Meski terlihat bersih, bukan berarti kurma tersebut sepenuhnya bebas dari debu atau kotoran mikroskopis.
Proses distribusi yang panjang, mulai dari kebun, pengeringan, penyimpanan, hingga pengiriman antarnegara, membuat kurma berpotensi terpapar debu, pasir halus, atau bahkan residu pestisida (jika tidak berlabel organik).
Selain itu, kurma memiliki tekstur yang lengket karena kandungan gulanya yang tinggi. Permukaan lengket ini dapat dengan mudah menangkap partikel kecil dari lingkungan sekitar.
Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa mencuci kurma justru dapat merusak teksturnya atau mengurangi rasa manis alaminya. Sebenarnya, mencuci kurma dengan cara yang tepat tidak akan menghilangkan nutrisinya secara signifikan.
Yang penting adalah tidak merendamnya terlalu lama dalam air. Cukup bilas cepat di bawah air mengalir, lalu tiriskan dan keringkan dengan tisu bersih sebelum dikonsumsi.
Untuk kurma yang dijual dalam kondisi curah di pasar tradisional, mencuci menjadi langkah yang sangat dianjurkan.
Kurma jenis ini biasanya dipajang terbuka tanpa penutup, sehingga lebih rentan terkena debu, sentuhan banyak orang, atau paparan udara bebas. Risiko kontaminasi tentu lebih tinggi dibandingkan kurma dalam kemasan tertutup.
Bagaimana dengan kurma kemasan? Jika kemasan masih tersegel rapat dan terdapat label standar keamanan pangan, risiko kontaminasi memang lebih rendah. Namun, tetap mencuci kurma sebelum dimakan adalah langkah kehati-hatian yang baik, terutama bagi anak-anak, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Selain dicuci, penting juga untuk memperhatikan kondisi kurma sebelum dikonsumsi. Hindari kurma yang berbau asam, berlendir, atau berjamur. Simpan kurma di wadah tertutup dan letakkan di tempat sejuk serta kering. Untuk penyimpanan jangka panjang, kurma bahkan dapat disimpan di dalam kulkas agar lebih awet tanpa mengurangi kualitasnya.*

0 Komentar