Apakah Bawang Putih yang Digoreng Masih Mengandung Manfaat?

  

Banyumas.co - Bawang putih telah lama dikenal sebagai salah satu bahan dapur yang kaya manfaat bagi kesehatan. Sejak ratusan tahun lalu, bawang putih digunakan tidak hanya sebagai penyedap rasa, tetapi juga sebagai obat tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga membantu melawan infeksi.

Namun, di Indonesia bawang putih sering dikonsumsi dalam bentuk digoreng, baik sebagai bawang putih goreng taburan maupun campuran dalam berbagai masakan. Pertanyaannya, apakah bawang putih yang digoreng masih mengandung manfaat kesehatan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting memahami kandungan utama bawang putih. Senyawa paling terkenal dalam bawang putih adalah allicin, yaitu senyawa sulfur yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau dipotong.

Allicin inilah yang bertanggung jawab atas banyak manfaat kesehatan bawang putih, seperti sifat antibakteri, antioksidan, dan kemampuannya membantu menurunkan tekanan darah serta kadar kolesterol.

Sayangnya, allicin termasuk senyawa yang tidak stabil terhadap panas. Proses menggoreng, terutama dengan suhu tinggi, dapat merusak sebagian besar allicin dalam bawang putih. 

Artinya, bawang putih yang digoreng memang mengalami penurunan kandungan senyawa aktif tersebut dibandingkan bawang putih mentah atau yang hanya dipanaskan sebentar. Inilah alasan mengapa bawang putih mentah sering dianggap paling bermanfaat untuk kesehatan.

Meski demikian, bukan berarti bawang putih goreng sama sekali tidak memiliki manfaat. Walaupun allicin berkurang, bawang putih tetap mengandung senyawa lain seperti flavonoid, saponin, dan beberapa jenis antioksidan yang relatif lebih tahan panas.

Senyawa-senyawa ini masih dapat memberikan efek positif bagi tubuh, seperti membantu menangkal radikal bebas dan mendukung kesehatan secara umum.

Selain itu, bawang putih goreng tetap mengandung mineral penting seperti mangan, kalsium, fosfor, dan zat besi, meskipun kadarnya tidak setinggi pada kondisi mentah. Vitamin tertentu, terutama vitamin C, memang akan berkurang karena sensitif terhadap panas. Namun, keberadaan mineral dan senyawa bioaktif lainnya membuat bawang putih goreng masih layak disebut sebagai bahan makanan yang bernilai gizi.

Manfaat lain yang sering luput diperhatikan adalah aspek psikologis dan nafsu makan. Bawang putih goreng memiliki aroma dan rasa yang lebih ringan serta gurih dibandingkan bawang putih mentah. Hal ini membuatnya lebih mudah diterima oleh banyak orang, terutama yang tidak menyukai bau tajam bawang putih mentah.

Dengan demikian, konsumsi bawang putih goreng dapat membantu seseorang tetap mendapatkan sebagian manfaat bawang putih tanpa rasa tidak nyaman.

Agar manfaat bawang putih goreng tetap optimal, cara pengolahannya perlu diperhatikan. Menggoreng dengan api kecil hingga sedang dan waktu yang tidak terlalu lama dapat membantu mengurangi kerusakan nutrisi. 

Menggunakan minyak yang sehat dan tidak dipanaskan berulang kali juga penting untuk menjaga kualitas bawang putih goreng. Alternatif lain adalah menumis bawang putih sebentar atau memanggangnya dengan suhu rendah, yang cenderung lebih ramah terhadap kandungan gizinya.*

0 Komentar