Banyumas.co - Koridor 4 Trans Banyumas yang mulai beroperasi sejak 1 Januari 2026 menunjukkan respons positif dari masyarakat, khususnya warga Banyumas bagian selatan. Tingkat keterisian penumpang (load factor) pada koridor ini tercatat cukup tinggi, bahkan mencapai rata-rata 80 persen per hari.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, mengatakan Koridor 4 memang menjadi jalur yang telah lama dinantikan masyarakat. Pada hari pertama operasional, jumlah penumpang mencapai 1.480 orang, atau hampir 100 persen dari kapasitas layanan harian.
“Tanggal 1 Januari penumpangnya 1.480 orang. Di tanggal 2 dan 3 juga hampir sama. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, pada awal pekan jumlah penumpang sempat mengalami penurunan. Hal ini disebabkan belum optimalnya sosialisasi kepada masyarakat, terutama pelajar dan warga di wilayah Banyumas selatan.
Ipoeng berujar pihaknya telah menyiapkan program kerja untuk mengatasi hal tersebut. Kerja sama dengan beberapa sekolah untuk menggelar program Trans Banyumas Goes to School rencananya akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
"Kami sudah punya program kerja ke depannya. Kita ada program Trans Banyumas Goes to School untuk mensosialisasikan koridor 4 ini ke anak sekolah," ucap Ipoeng.
Pengoperasian Koridor 4 dilakukan tanpa penambahan anggaran. Sebagai solusi, pengelola memindahkan sebagian armada dari Koridor 3A dan 3B ke Koridor 4. Konsekuensinya, waktu tunggu (headway) di Koridor 3A dan 3B menjadi lebih panjang dibandingkan sebelumnya.
Saat ini Koridor 4 dilayani oleh sembilan unit bus dengan satu unit cadangan, dengan headway sekitar 15 hingga 20 menit. Untuk memudahkan penumpang, masyarakat diimbau memanfaatkan aplikasi Mitra Darat guna memantau posisi bus secara real time sehingga waktu tunggu di halte dapat diminimalkan.*

0 Komentar