Presiden Prabowo Minta Pembangunan Kampung Nelayan Harus Dipercepat

  


Banyumas.co - Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan pembuatan kapal-kapal tangkap ikan hingga saat ini berhasil menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Untuk itu Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan KNMP terus diintensifkan dan dipercepat.

Hal itu dikatakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dalam keterangan BPMI Setpres, Kamis, 8 Januari 2026. 

“Bapak Presiden memang benar-benar menghendaki kita semua bekerja dengan jauh lebih cepat lagi, terutama di beberapa bidang yang bersifat penciptaan lapangan pekerjaan dan padat karya. Contohnya adalah beliau minta percepatan dalam rangka pembangunan kampung-kampung nelayan dan program pembuatan kapal-kapal tangkap ikan,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, tak hanya membuka lapangan kerja, program pembangunan KNMP dan penyediaan kapal tangkap ikan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia.

“Jadi beliau memang ingin sesegera mungkin program-program tersebut karena bersifat selain padat karya juga itu akan meningkatkan produksi protein kita dari sektor perikanan untuk kita bisa meningkatkan asupan protein bagi seluruh rakyat kita,” tambah Mensesneg.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Rabu, 7 Januari 2026, pembangunan KNMP di 65 lokasi telah menyerap sebanyak 17.550 tenaga kerja dengan rata-rata 270 orang di tiap daerah. 

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan, Tenaga kerja yang terserap mulai dari tenaga kerja konstruksi, tenaga kerja nelayan, hingga tenaga kerja operasional KNMP. 

“Jumlah tenaga kerja yang diserap diproyeksikan akan terus bertambah seiring dikelolanya fasilitas, logistik perikanan, hingga dukungan layanan hulu dan hilir,” ujarnya.

Latif menambahkan Pembangunan KNMP menjadi bagian dari prioritas nasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan perluasan lapangan kerja. Bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif melalui social engineering.

“Program ini hadir bukan hanya membangun fasilitas seperti dermaga, cold storage, atau pabrik es. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan nyata bagi masyarakat pesisir untuk bangkit secara ekonomi dan sosial,” tegasnya.*






0 Komentar