Warga Banyumas Protes Aktivitas Tambang di Lereng Gunung Slamet



Banyumas.co - Aktivitas penambangan galian C berupa pasir hitam atau pasir Blembeng di wilayah Desa Limpakuwus dan Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, viral dan menuai sorotan publik. 

Lokasi tambang ini, berada di ketinggian 700–800 meter di atas permukaan laut itu memicu kekhawatiran warga karena dinilai berpotensi merusak lingkungan.

Sejumlah warga dengan jujur mengungkapkan protes melalui berbagai platform media sosial. Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera meninjau kembali izin serta dampak penambangan batu andesit tersebut.

Dikutip dari TikTok, akun @runmufflerbanyumas mengunggah video aktivitas alat berat di Gandatapa, disertai narasi yang meminta Pemkab Banyumas mengkaji ulang proyek tambang.

“Sebelum terjadi bencana seperti longsor atau banjir bandang, mohon dikaji kembali agar tidak merugikan warga sekitar,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Unggahan serupa muncul di Instagram komunitas dengan username @nyongpurwokerto, yang menekankan bahwa kerusakan akibat tambang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat lokal.*


0 Komentar