Banyumas.co - Kabupaten Banyumas kini resmi memiliki pusat layanan rehabilitasi sosial berupa rumah singgah yang diperuntukkan bagi Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT).
Peresmian rumah singgah yang berlokasi di Jalan Kertawibawa, Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti.
Bupati Sadewo menyampaikan bahwa kehadiran rumah singgah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan layanan rehabilitasi sosial yang mudah diakses, cepat, dan responsif.
“Rumah singgah diharapkan tidak hanya menjadi tempat persinggahan sementara, tetapi benar-benar menjadi ruang pemulihan sosial, tempat membangun kembali harapan, martabat, dan masa depan bagi para penerima layanan,” katanya.
Nantinya rumah singgah akan melayani tiga pilar penting ini, yakni layanan data dan pengaduan untuk pengusulan data terpadu agar memperoleh program perlindungan dan bantuan sosial.
Kedua, layanan kedaruratan berupa penanganan segera bagi penerima layanan dasar yang membutuhkan pertolongan cepat.
Ketiga adalah layanan pemenuhan kebutuhan dasar meliputi makanan, sandang, alat bantu, bimbingan fisik, mental, spiritual, sosial, serta fasilitasi rujukan ke lembaga terkait.
Gedung rumah singgah ini merupakan revitalisasi dari eks-Kantor Pembantu Bupati Banyumas Wilayah Karanglewas (Kawedanan), dengan biaya pembangunan hasil pembagian anggaran antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengapresiasi program Pemkab Banyumas dalam mendirikan rumah singgah tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas Sosial, dan masyarakat yang mendukung berdirinya rumah singgah ini,” jelasnya.
Taj Yasin menambahkan, rumah singgah memiliki kapasitas hingga 100 orang dan ke depan dapat dikembangkan lebih lanjut. Dia berharap fasilitas ini mampu menjembatani para penghuni untuk kembali ke keluarganya masing-masing.

0 Komentar