Banyumas.co - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Tahun 2026.
Penetapan UMP dan UMSP Jateng 2026 tertuang dalam Keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/504. Sementara itu, UMK dan UMSK ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505. UMP Jateng 2026 ditetapkan sebesar Rp 2.327.386,07.
Angka tersebut naik 7,28 persen dibandingkan UMP 2025 yang sebesar Rp 2.169.349,00, atau mengalami kenaikan nominal Rp 158.037,07.
Penetapan UMP tersebut dihitung berdasarkan formula pengupahan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Perhitungan tersebut mempertimbangkan inflasi provinsi sebesar 2,65 persen, pertumbuhan ekonomi 5,15 persen, serta nilai alfa 0,90.
“Nilai alfa 0,90 ini tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi melalui perhitungan dan parameter yang jelas,” jelas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dikutip dari Pemprov Jateng, Rabu 24 Desember 2025.
Selain UMP, Pemprov Jateng juga menetapkan UMSP 2026 pada 11 sektor industri. Di antaranya industri tepung terigu, industri gula pasir, industri alas kaki, industri kosmetik, hingga industri produk farmasi untuk manusia.
Besaran UMSP ditetapkan lebih tinggi dari UMP, sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing sektor.
Untuk UMK 2026, penetapannya dihitung berdasarkan inflasi provinsi, pertumbuhan ekonomi masing-masing kabupaten/kota, serta nilai alfa yang bervariasi sesuai kondisi daerah
UMK tertinggi di Jateng ditetapkan di Kota Semarang sebesar Rp 3.701.709, atau naik 7,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di samping itu, Pemprov Jateng juga menetapkan UMSK 2026 pada 33 sektor di lima kabupaten/kota, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Tegal.
Luthfi menyebut kebijakan pengupahan, khususnya penetapan upah minimum, merupakan bagian dari program strategis nasional.
Berikut Perubahan UMK Jateng 2026:
1. Kota Semarang – Rp 3.701.709,00 2.Kabupaten Demak – Rp 3.122.805,00
3. Kabupaten Kendal – Rp 2.992.994,00
4.Kabupaten Semarang – Rp 2.940.088,00
5. Kabupaten Kudus – Rp 2.818.585,00
6. Kabupaten Cilacap – Rp 2.773.184,00
7. Kabupaten Jepara – Rp 2.756.501,00
8. Kota Pekalongan – Rp 2.700.926,00
9. Kota Salatiga – Rp 2.698.273,24
10. Kabupaten Batang – Rp 2.708.520,00
11. Kabupaten Pekalongan – Rp 2.633.700,00
12. Kabupaten Magelang – Rp 2.607.790,00
13. Kabupaten Karanganyar – Rp 2.592.154,06
14. Kota Surakarta – Rp 2.570.000,00
15. Kabupaten Klaten – Rp 2.538.691,00
16. Kabupaten Boyolali – Rp 2.537.949,00
17. Kota Tegal – Rp 2.526.510,00
18. Kabupaten Sukoharjo – Rp 2.500.000,00
19. Kabupaten Pati – Rp 2.485.000,00
20. Kabupaten Tegal – Rp 2.484.162,00
21. Kabupaten Banyumas – Rp 2.474.598,99
22. Kabupaten Purbalingga – Rp 2.474.721,94
23. Kabupaten Wonosobo – Rp 2.455.038,01
24. Kabupaten Pemalang – Rp 2.433.254,00
25. Kota Magelang – Rp 2.429.285,00
26. Kabupaten Brebes – Rp 2.400.350,47
27. Kabupaten Kebumen – Rp 2.400.000,00
28. Kabupaten Grobogan – Rp 2.399.186,00
29. Kabupaten Temanggung – Rp 2.397.000,00
30. Kabupaten Rembang – Rp 2.386.305,00
31. Kabupaten Blora – Rp 2.345.695,00
32. Kabupaten Sragen – Rp 2.337.700,00
33. Kabupaten Wonogiri – Rp 2.335.126,00
34. Kabupaten Banjarnegara – Rp 2.327.813,08
35. Kabupaten Purworejo – Rp 2.401.961,91.*

0 Komentar