Simulasi kenaikan UMK Banyumas 2026.
Banyumas.co - Penetapan UMP Jawa Tengah 2026 berlangsung pada 8 Desember 2025, sementara itu UMK Kabupaten Banyumas 2026 akan ditetapkan pada 15 Desember 2025 sesuai jadwal resmi penetapan UMK tingkat provinsi.
Sambil menunggu keputusan akhir, berikut simulasi awal berdasarkan dua skenario kenaikan. UMK Kabupaten Banyumas 2025 sebesar Rp2.338.410.
Mengenal Banyumas
Keberadaan Banyumas sebagai wilayah administratif dimulai sejak 6 April 1582, yang kini diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Banyumas. Pendiri kabupaten ini adalah Raden Joko Kahiman, yang kemudian diangkat sebagai Bupati pertama dan dikenal dengan gelar Adipati Wargautama II atau Adipati Mrapat.
Gelar "Mrapat" berarti pada kebijaksanaannya ketika membagi wilayah Wirasaba menjadi empat bagian: Kejawar, Wirasaba, Mredah, dan Banjar Petambakan putusan yang kemudian melahirkan wilayah Banyumas sebagaimana dikenal sekarang.
Nama “Banyumas” sendiri memiliki beberapa arti. Salah satu yang populer menyebutkan bahwa nama ini muncul saat Adipati Mrapat melewati Sungai Mas dan mendirikan tempat persinggahan yang kemudian dinamai Banyumas. Versi lain menyebutkan gabungan seruan warga “banyu” (air) dan “emas” yang akhirnya menjadi Banyumas.
Pada masa kolonial Belanda, Banyumas sempat menjadi salah satu karesidenan penting. Sektor perkebunan tebu berkembang pesat, ditandai dengan berdirinya Pabrik Gula Kalibagor pada tahun 1839. Namun, krisis ekonomi tahun 1930-an menyebabkan pusat pemerintahan dipindahkan dari Kota Banyumas ke Purwokerto pada 1937.
Melihat Banyumas dari Sudut Pandang Industri
Perekonomian Banyumas didukung oleh industri pengolahan yang bersumber dari hasil alam dan kerajinan lokal. Salah satu sektor paling menonjol adalah industri gula kelapa, yang memanfaatkan nira dari kelapa deres.
Produk gula cetak maupun gula kristal (coconut sugar) menjadi komoditas unggulan dan bahkan merambah pasar ekspor.
Di sektor kerajinan, Banyumas memiliki industri batik dengan motif khas serta industri pakaian jadi dan rambut palsu. Industri kayu dan mebel juga berkembang, menghasilkan produk seperti barecore, plywood, dan berbagai kerajinan kayu.
Sektor makanan olahan turut mewarnai identitas Banyumas, dengan produk ikonik seperti getuk goreng, mendoam, dan mino. Selain itu, potensi minyak atsiri dan sektor pertanian tanaman pangan menjadikan Banyumas sebagai daerah dengan fondasi ekonomi yang kuat dan beragam.
Simulasi Kenaikan UMK Banyumas 2026
Kenaikan 4,3% (usulan pemerintah)
UMK 2025: Rp2.338.410
Simulasi UMK 2026: Rp2.438.955
Kenaikan 6,5% (usulan buruh)
UMK 2025: Rp2.338.410
Simulasi UMK 2026: Rp2.490.400.*

0 Komentar