Banyumas.co - Menjelang musim liburan akhir tahun 2025, Yogyakarta jadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin berlibur.
Menyikapi padatnya kunjungan di objek-objek wisata populer, sejumlah wisata hidden gem di Jogja menawarkan alternatif liburan yang lebih tenang, santai, namun tetap kaya akan keindahan alam dan pengalaman budaya.
Destinasi-destinasi ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana damai, mengeksplorasi situs bersejarah, atau mencari spot fotografi tanpa harus berdesakan.
Berikut ulasan empat destinasi wisata hidden gem di Jogja yang cenderung sepi namun memiliki pesona alam indah.
1. Jogja Culture Show: Menikmati Seni Tradisi dalam Keheningan
Jogja Culture Show merupakan kota denga pertunjukan seni budaya yang rutin digelar di Amphitheater Taman Budaya Embung Giwangan.
Acara ini menampilkan perpaduan teater, tari klasik, musik etnik, dan kreasi kontemporer dari seniman muda lokal yang tetap berakar pada tradisi Yogyakarta.
Kegiatan pada umumnya berlangsung dari pukul 16.30 hingga 20.00 WIB, terbagi dalam sesi senja dan sesi binar. Karena kapasitas amfiteater yang terbatas, suasana pertunjukan cenderung tenang dan jauh dari kerumunan besar.
2. Candi Abang: Bukit "Teletubbies" Bersejarah yang Damai
Candi Abang yang berlokasi di Berbah, Sleman, adalah situs peninggalan di masa Mataram Kuno dari abad ke-9 hingga ke-10, yang dulunya dibangun dari batu bata merah (abang). Secara visual, kini situs tersebut berupa bukit kecil yang ditumbuhi rerumputan hijau alami, menyerupai lanskap populer "bukit Teletubbies".
Tempat ini semakin dikagumi wisatawan yang ingin menikmati panorama sunrise atau sunset tanpa keramaian.
Meskipun mulai dikenal, Candi Abang tetap lebih sepi dibandingkan destinasi hits lain, menjadikannya lokasi sempurna untuk menikmati suasana alam yang menenangkan.
Akses menuju lokasi cukup mudah melalui rute Jogja - Wonosari. Mengingat fasilitas yang terbatas, pengunjung disarankan membawa bekal pribadi.
3. Candi Banyunibo: Si Sebatang Kara di Tengah Persawahan
Candi Banyunibo, candi Buddha sejak abad ke-9, terletak di tengah hamparan sawah di Bokoharjo, Prambanan. Lokasinya yang terpencil memberinya label "Si Sebatang Kara" atau "The Lonely Temple".
Arsitektur candi ini menampilkan stupa di puncak dan ornamen Bodhisattva pada dinding bangunan. Suasana sunyi dan panorama hijau persawahan di sekitarnya sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi sejarah dalam atmosfer tenang.
4. Batu Kapal Park: Tebing Kapur Dramatis dengan Pemandangan Spektakuler
Berlokasi di Piyungan, Bantul, Batu Kapal Park menawarkan formasi tebing batu kapur besar yang unik, menyerupai kapal raksasa dam cocok diabadikan.
Kawasan ini menyajikan pemandangan komplit: perbukitan, sawah, sungai, bahkan view Kota Jogja dari kejauhan.
Meski menawarkan keindahan luar biasa dan fasilitas lengkap, mulai dari gardu pandang, jembatan gantung, wahana river tubing, hingga area camping, tempat ini tetap relatif sepi dibanding destinasi besar lainnya.
Sore hari menjadi waktu terbaik untuk berkunjung karena cahaya matahari menciptakan efek dramatis pada tebing kapur.*

0 Komentar