Banyumas.co - Pemerintah Kabupaten Banyumas (Pemkab) memberi target perolehan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) di wilayahnya mencapai Rp 2.5 Miliar.
Dana sebesar Rp2,5 miliar yang akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan kemanusiaan sepanjang tahun di wilayah itu.
"Mudah-mudahan targetnya bisa terlampaui, karena potensinya mencapai Rp3,3 miliar," ucap Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, di Pendopo Si Panji, Purwokerto, dikutip Banyumas.co, Jumat, 19 September, dari Antara Jateng.
Sadewo menyampaikan, bahwa dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk beragam program sosial, mulai dari donor darah, bantuan kebencanaan, hingga bantuan untuk masyarakat miskin ekstrem, termasuk penyediaan jamban dan kebutuhan pokok lainnya.
Disinggung mengenai kemungkinan Pemkab Banyumas menggunakan sebagian perolehan Bulan Dana PMI Tahun 2025 untuk mensubsidi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tersedot untuk untuk memperbaiki kerusakan aset pemerintah dan publik, akibat anarkisme demonstrasi pada 30 Agustus.
Sadewo memastikan hal itu tidak akan dilakukan, karena hasil penggalangan dana tersebut bakal digunakan untuk mendukung program PMI.
Bupati Banyumas mengakui nilai kerusakan akibat kerusuhan tersebut mencapai kisaran Rp1 miliar dan anggaran yang akan digunakan untuk perbaikan diambilkan dari BTT yang notabene dialokasikan untuk penanganan bencana.*

0 Komentar