Banyumas.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menegaskan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap daerah rawan bencana banjir.
Pemkab Banyumas mengatakan, sedikitnya terdapat 54 desa/kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan.
Hal itu disampaikan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bahwa Pemkab telah berkomitmen untuk mengantisipasi perubahan cuaca di daerahnya. Pihaknya akan terus memantau informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara rutin.
"Informasi BMKG harus hati-hati cuacanya cenderung makin ekstrem. Kalau biasanya cuaca ekstrem ini sampai bulan Februari," kata Sadewo dikutip dari Radio Republik Indonesia, Minggu, 14 September 2025.
Selain itu, Sadewo menjelaskan, pemerintah juga telah menetapkan titik pengungsian jika terjadi bencana banjir di Banyumas.
"Setiap tahun lokasinya itu-itu saja ya, kita tetapkan tempat-tempat pengungsian, seperti di balai desa," imbuhnya.
Tak hanya tempat pengungsian, Pemkab Banyumas membangun dapur umum di setiap wilayah di Banyumas.
Di sisi lain, Sadewo menyebutkan, banjir di Banyumas biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Kemrajen, Tambak dan Sumpiuh. Menurutnya, banjir di wilayah biasanya merupakna siklus tahunan.
Terkait bencana banjir ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia memperkirakan, banjir di daerahnya terjadi karena tidak ada normalisasi sungai.*

0 Komentar