Banyumas.co - Polresta Banyumas menggelar kegiatan bimbingan dan konseling bersama wali murid, pelajar dan sekolah, pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Hal itu dilakukan pasca kejadian aksi demonstrasi yang terjadi di Alun-alun Purwokerto, Sabtu 30 Agustus 2025. Diketahui, banyak anak di bawah umur yang statusnya masih pelajar berpartisipasi dalam aksi tersebut.
Bahkan, tak sedikit dari pelajar yang ikut aksi melakukan anarkisme dengan merusak fasilitas publik, seperti bangku taman alun-alun serta lampu kota.
Oleh sebabnya, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Dr. Ari Wibowo, S.I.K., M.H., Wakapolresta, Kasat Binmas, Wakasat Reskrim, mengajak perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, UPTD PPA, LBH, pihak sekolah, perwakilan mahasiswa, serta orang tua dan pelajar yang sempat diamankan, untuk berdiskusi.
Kapolresta Banyumas menyampaikan bahwa partisipasi pelajar dalam aksi tersebut sebagian besar dipicu oleh pengaruh media sosial dan ajakan dari rekan sebaya.
Ari Wibowo menegaskan bahwa situasi kamtibmas di wilayah Banyumas tetap kondusif berkat sinergi antara Polri dan TNI.
"Tugas utama pelajar adalah belajar. Kami mengimbau orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi pergaulan anak-anak dan menjalin komunikasi yang intensif dengan pihak sekolah," kata Kombes Pol Ari Wibowo.
Polresta Banyumas mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan Kota Purwokerto dan sekitarnya.
Selain itu, dari pihak Dinas Pendidikan menghimbau agar pelajar tak ikut-ikutan aksi anarkisme, dan fokus dalam mengeyam masa depan. Mereka juga mendukung setiap pelajar dalam belajar pendidikan sosial dan politik.*

0 Komentar