Keadaan Politik Thailand Mencekam usai PM Paetongtarn Dicopot Jabatannya, Ancaman Kudeta dan Krisis Ekonomi Menghantui


Banyumas.co - Situasi politik Thailand kian memanas usai Mahkamah Perwakilan Rakyat Thailand mencopot Perdana Menteri (PM) Paetongtarn Shinawatra. Hal ini menimbulkan bayangan krisis ekonomi dan kudeta.

Pencopotan jabatan PM Paetongtarn Shinawatra dilakukan pada Jumat, 29 Agustus 2025. Pelengseran didasari oleh pelanggaran etik.

Diketahui, PM Paetongtarn Shinawatra melakukan kontak bicara dengan PM Kamboja Hun Sen melalui sambungan telepon.

Bocornya rekaman percakapan dua pimpinan Thailand dan Kamboja diketahui oleh Intelijen Militer serta Pertahanan Pemerintah Kerajaan Thailand.

Rekaman berisi suara kritikan PM Thailand kepada Jenderal Tentara Thailand yang diklaim keterlaluan terhadap warga Kamboja.

Namun, Paetongtarn Shinawatra menapik hal tersebut. Ia mengatakan sedang menenangkan PM Kamboja dan membahas gencatan senjata. Tetapi Pihak Kerajaan tetap mencopotnya sebagai Perdana Menteri.

Kekosongan kursi kepemimpinan PM menuai gejala negatif di bidang ekonomi. Radhika Rao, Ekonom Senior DBS Bank, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Thailand cenderung melemah. Meskipun demikian, bank sentral diperkirakan akan tetap memangkas suku bunga untuk mendukung pertumbuhan.

Kemudian, ancaman kudeta juga semakin nyata setelah gejolak politik Thailand semakin memanas. Ditambah lagi, mereka sedang dalam mengatasi ancaman perang dengan Kamboja. Pihak Militer merasa butuh pemimpin yang peka terhadap kestabilan keamanan di perbatasan.*


0 Komentar