Banyumas.co - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya siap mencapai kesepakatan baru yang nyata dan permanen mengenai program nuklirnya.
Kesepakatan baru yang diinginkan Iran mencakup pembatasan pengayaan uranium sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.
Seperti dikutip dari surat kabar Inggris The Guardian pada Minggu, 7 September, Araghchi menjelaskan bahwa melewatkan kesempatan singkat ini dapat menimbulkan konsekuensi yang parah bagi kawasan dan dunia.
"Jika diplomasi tidak diberi waktu yang diperlukan, hasilnya tidak akan memuaskan," ucapnya.
Menteri Luar Negeri Iran, mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah siap dan mampu mengalahkan Israel hingga memaksanya untuk meminta bantuan Amerika Serikat agar dapat selamat, menurutnya.
Araqchi kembali mengkritik keras langkah troika Eropa (Inggris, Prancis, dan Jerman) beberapa hari lalu yang mengaktifkan mekanisme pemicu.
Menteri Luar Negeri Iran itu menyebut Eropa tidak bisa memenuhi komitmennya di bawah perjanjian nuklir 2015, sementara mereka minta Iran menerima semua batasan yang diberlakukan secara sepihak.
Araqchi juga menyatakan Inggris, Jerman, dan Prancis enggan mengecam serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Juni lalu.*

0 Komentar