Dua SPPG di Banyumas Ditutup Sementara setelah Keracunan Bertambah jadi 408 Siswa



Banyumas.co - Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memutuskan untuk menutup sementara dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banyumas.

Hal ini bermula dari bertambahnya siswa keracunan, yang awal laporan sekitar 101 siswa, kini menjadi 408 siswa di Banyumas mengalami gejala mual sampai sakit perut.

"Per hari ini (29 September) ada dua SPPG yang sementara berhenti operasional sambil evaluasi," kata Koordinator BGN Wilayah Banyumas, Luky Ayu Parwatiningsih.

Dua SPPG yang ditutup sementara adalah SPPG Karanglewas Kidul dan Saudagaran.

SPPG tersebut diketahui memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar 3.000 porsi per harinya.

Penutupan sementara akan berlangsung sampai waktu tak ditentukan. BGN akan fokus untuk menemukan penyebab siswa keracunan.

Pihak BGN sedang menganalisis sampel makan yang diterima oleh 408 siswa. Nanti hasil laboratorium akan mengetahui apakah makanan tersebut beracun atau tidak. Dan mengandung zat apa jika memang beracun.

Luky mengatakan pihaknya juga telah memerintahkan kepala SPPG untuk memantau kondisi siswa yang diduga mengalami keracunan di wilayahnya masing-masing.*

0 Komentar