Banyumas.co - Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas bersama Museum Wayang gelar pelatihan dalang dan sinden, pada 2-3 September 2025.
Pelatihan dalang wayang dan penari sinden merupakan sebuah bentuk upaya regenerasi yang dilakukan Dinporabudpar Banyumas.
Hal ini bisa mewujudkan kelestarian budaya wayang kulit yang bergelut dengan perkembangan zaman.
Seperti diketahui, di era modernisasi seperti sekarang, sebagian besar anak muda lebih menyukai hiburan berbasis teknologi ketimbang kebudayaan tradisional Indonesia.
Dalam rangka menjaga seni tradisional wayang kulit, Pemkab Banyumas mengajak anak muda untuk berperan aktif mulai berkenalan dengan seni tersebut.
Salah satu wujud untuk menjaga kesenian wayang adalah dengan mengadakan pelatihan dalang baru serta sinden.
Pamong Budaya Ahli Muda pada Dinporabudpar Banyumas, Arif Rachman Achmadi mengatakan, bahwa pelatihan yang didanai Dana Alokasi Khusus Non Fisik Museum dan Taman Budaya Tahun Anggaran 2025 Kementerian Kebudayaan RI ini merupakan salah satu program pembinaan kesenian daerah yang rutin dilakukan.
Arif Rachman menjelaskan, kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, seniman muda, hingga komunitas pecinta seni tradisi.
Peserta termuda berusia 8 tahun, sedangkan yang paling senior berusia 40 tahun.
Menariknya, terdapat salah satu dalang cilik yang cukup lancar menggunakan bahasa Inggris saat mendalang.*

0 Komentar