BMKG Sebut Bencana Hidrometeorologi di Banyumas Karena Cuaca Ekstrem



Banyumas.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bencana hidrometeorologi baru-baru ini di Kabupaten Banyumas akibat cuaca ekstrem.

Seperti diketahui, pada Rabu samapi Kamis (11/9) lalu, Kabupaten Banyumas diguyur hujan deras diiringi dengan gemuruh petir.

Hujan deras yang melanda Kabupaten Banyumas selama dua hari berturut-turut mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami bencana hidrometeorologi.

Bencana tersebut mengakibatkan tanah longsor sampai banjir di beberapa Kecamatan di Banyumas.

Menurut analisa dari Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, menjelaskan, bahwa curah hujan pada Rabu (10/9) di beberapa wilayah Banyumas tercatat sangat lebat (100-150 milimeter) hingga ekstrem (di atas 150 milimeter).

"Berdasarkan data, hujan ekstrem di Kabupaten Banyumas tercatat di Gumelar (157 mm), Kebun Samudera (163 mm), Bendung Sumbang (184 mm), dan Rempoah (226 mm). Hujan sangat lebat juga terpantau di Bendung Kertadirjan (110 mm) dan Jatilawang (107 mm."

"Hujan lebat dan ekstrem ini menyebabkan banjir di Cilacap dan longsor di Banyumas," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, cuaca ekstrem terbentuk karena dinamika atmosfer, yakni adanya Dipole Mode Index (DMI) negatif yang mencapai minus 1,27, sehingga berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Kondisi cuaca juga dipengaruhi oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 3 di Samudra Hindia yang ikut berkontribusi cukup nyata terhadap pembentukan awan hujan.*




0 Komentar