Banyumas.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, langsung turun tangan untuk menangani sejumlah bencana longsor dan bajir di wilayahnya.
Mereka telah memetakan sejumlah titik di daerah rawan longsor dan banjir, serta melakukan koordinasi lintas sektor.
Seperti diketahui, setelah hujan deras yang terjadi pada Minggu, 3 Agustus 2025, banjir serta tanah longsor terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Budi Nugroho menyampaikan berdasarkan laporan, bencana tanah longsor dan banjir terjadi di Kecamatan Baturraden, Sokaraja, Kedungbanteng, Kembaran, dan Pekuncen.
"Penanganan terus dilakukan dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan dukungan lintas sektoral. Sejumlah kejadian sudah selesai ditangani, seperti banjir di Desa Kutasari (Baturraden) dan Desa Karangduren (Sokaraja), serta longsor di beberapa titik yang telah dilakukan kaji cepat dan penanganan darurat," jelasnya.
Budi menyampaikan dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Kedungbanteng menjadi fokus utama karena terdapat lebih dari 20 titik longsor yang tersebar di sejumlah desa, antara lain Desa Melung, Kutaliman, Kalikesur, Windujaya, dan Kalisalak.
BPBD Banyumas telah melakukan kaji cepat dan penanganan darurat di beberapa titik penting, seperti longsor yang menutup jalan utama penghubung Desa Kutaliman–Melung, serta longsor di Desa Kutaliman RT 03 RW 04 yang menutup jalan kabupaten.
BPBD Banyumas juga terus memantau cuaca yang cepat berubah dan antisipasi curah hujan tinggi.
"Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan longsor dan banjir, untuk tetap waspada, khususnya dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini," bebernya.*

0 Komentar