Banyumas.co - Gangguan pencernaan merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh banyak orang. Gejalanya bisa berupa perut kembung, nyeri ulu hati, mual, sembelit, diare, hingga rasa tidak nyaman setelah makan.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan berlemak berlebihan, stres, kurang minum air putih, atau infeksi tertentu. Meski sering dianggap sepele, gangguan pencernaan yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasinya dengan tepat.

Salah satu tips utama untuk mengatasi gangguan pencernaan adalah memperbaiki pola makan. Usahakan untuk makan secara teratur dengan porsi yang tidak berlebihan. Hindari kebiasaan makan terlalu cepat karena dapat menyebabkan udara ikut tertelan dan memicu perut kembung.

Kunyah makanan secara perlahan agar proses pencernaan dimulai dengan baik di dalam mulut. Selain itu, batasi konsumsi makanan berlemak, pedas, dan terlalu asam karena dapat memicu iritasi pada lambung.

Mengonsumsi makanan tinggi serat juga sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit. 

Sumber serat yang baik antara lain sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Namun, peningkatan asupan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak menyebabkan perut kembung.

Selain memperhatikan makanan, kebutuhan cairan tubuh juga harus tercukupi. Minumlah air putih setidaknya delapan gelas per hari untuk membantu proses pencernaan dan menjaga konsistensi feses agar tidak terlalu keras. Kekurangan cairan dapat memperburuk sembelit dan membuat tubuh terasa lemas.

Mengelola stres juga merupakan langkah penting dalam mengatasi gangguan pencernaan. Stres dapat memengaruhi kerja saluran pencernaan dan memicu gangguan seperti sakit maag atau sindrom iritasi usus. 

Luangkan waktu untuk beristirahat, lakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar berjalan santai di luar ruangan. Tidur yang cukup juga membantu tubuh memperbaiki fungsi organ, termasuk sistem pencernaan.

Aktivitas fisik secara teratur turut berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat membantu merangsang pergerakan usus dan mengurangi risiko sembelit.

Hindari langsung berbaring setelah makan karena dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Beri jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur.

Jika gangguan pencernaan masih berlanjut meski sudah melakukan berbagai upaya, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis. Beberapa kondisi seperti gastritis, tukak lambung, intoleransi makanan, atau infeksi saluran cerna memerlukan penanganan khusus. 

Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan merekomendasikan pengobatan sesuai penyebabnya. Sebagai langkah pencegahan, biasakan mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan makanan untuk menghindari infeksi bakteri atau virus yang dapat menyebabkan diare.

Hindari pula konsumsi minuman beralkohol dan kebiasaan merokok karena keduanya dapat merusak lapisan lambung dan memperburuk gangguan pencernaan.*